weblogUpdates.ping Taneak Jang, Rejang Land, Tanah Rejang http://rejang-lebong.blogspot.com Taneak Jang, Rejang land, Tanah Rejang: 6. Abstrak Silsilah Raja - Raja Pulo Percha (Sumatra) : Asal usul nama daerah Minang Kabau

6. Abstrak Silsilah Raja - Raja Pulo Percha (Sumatra) : Asal usul nama daerah Minang Kabau

·

6. Asal usul nama daerah Minang Kabau


Klik
Kembali ke Bag.5


Lama setelah waktu terus berlalu, orang-orang Jawa kembali dan datang ke Tanjung Bunga, dan membawa seekor kerbau (karbau) ukuran raksasa, dan berkata kepada raja,"Kami datang dan ingin membuat pertandingan dengan mengadu kerbau ini dengan kerbau milik Tuanku." Bandahara menjawab, "Baiklah bila demikian, tapi kerbau milik Yang Dipertuan masih sangat mudah , mohon untuk beri kami tiga hari untuk menyiapkan kerbau Yang Dipertuan". Mereka setuju untuk menunda pertandingan selama tiga hari.

Kemudian Bandahara dan Mah Inder mencari kerbau muda yang masih menyusui, kerbau itu kemudian diikat, dan hanya disuruh mengisap air selama tiga hari dan tak di beri susu; dua pisau yang sangat tajam berbentuk tanduk kemudian diikatkan ke kepalanya.

Tiga hari pun berlalu. Orang-orang Jawa kembali membawa kerbau besar mereka.Kerbau besar itu juga tanduknya di ikat senjata dengan pisau tajam. Mereka bertanya di mana kerbau milik Yang Dipertuan, dan juga bertanya apa saja yang akan menjadi taruhan pertandingan ini.

Yang Dipertuan menjawab, "Apapun taruhannya dan berapapun jumlahnya, kami akan terima".Kemudian Yang Dipertuan menyuruh Bandahara, membawa dan mengeluarkan kerbau muda milik Yang Dipertuan. Pertandingan adu kerbau pun di mulai.Bandahara mengarahkan perhatian kerbau Yang Dipertuan ke arah kerbau besar. Kerbau milik Yang Dipertuan yang tadinya tak melihat kerbau besar tiba tibaberlari ke arah kerbau besar itu, ia berpikir kerbau besar itu adalah ibunya, karena ia sangat lapar tidak menyusui selama tiga hari. Kerbau muda itu segera mulai menekan dan menyerang perut kerbau besar, hal biasa yang dilakukan anak kerbau saat mengisap susu ibunya. Tapi kerbau besar lari dan mencoba untuk mennyerang si kecil dengan tanduknya, tapi tidak berhasil karena dia terus selalu di bawah perutnya, mencoba untuk menyusui. Hingga akhirnya pisau tajam di tanduk kerbau kecil membuat luka yang panjang di perut dan betis kerbau besar. Kerbau besar sia sia mencoba melarikan diri, kemudian jatuh dan mati.

Dengan demikian orang Jawa kalah dan Yang Dipertuan memenangkan pertandingan. Oleh karena itulah tempat itu disebut Menangkarbau (kemenangan kerbau) dan nama ini terus di gunakan hingga sekarang, (dan kini orang orang sering menyebutnya sebagai Minang Kabau).

Klik
Menuju Bag. 7

0 comments:

Rejang Land Pal

Support by