weblogUpdates.ping Taneak Jang, Rejang Land, Tanah Rejang http://rejang-lebong.blogspot.com Taneak Jang, Rejang land, Tanah Rejang: Taman Nasional Terluas di Indonesia

Taman Nasional Terluas di Indonesia

·



Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) merupakan taman nasional terluas di Indonesia. Pertama kali ditetapkan berdasarkan Surat Penunjukkan Menteri Pertanian Nomor 736/Mentan/X/ 1982.



Keberadaan TNKS sangat strategis sebagai sumber daya alam (SDA) sekaligus pendukung pembangunan yang berkelanjutan, khususnya bagi Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan. Banyak manfaat yang dapat diberikan TNKS, antara lain nilai ekologis, hidrologis atau klimatologis, yang justru sangat dibutuhkan demi kelangsungan pembangunan di pelbagai sektor.




Secara ekologis, TNKS memiliki nilai penting bagi cadangan keanekaragaman hayati, karena kawasan ini mempunyai tipe ekosistem yang komplit, mulai dari hutan hujan dataran rendah (Tropical Lowland Forest) sampai hutan pegunungan (Sub Alpine) dengan pucuk tertingginya Gunung Kerinci, 3.805 meter dari permukaan laut (mdpl).



Keanekaragaman hayati TNKS sudah diakui secara nasional maupun internasional. Hal ini terbukti dengan pencanangan “Kawasan Asia Tenggara (Asean Haritage Site)" buat TNKS.



Sebelumnya, TNKS terdiri dari cagar alam, suaka margasatwa, hutan lindung dan hutan produksi terbatas yang mempunyai nilai potensi tinggi, baik flora maupun fauna serta ekosistemnya pun masih merupakan hutan primer. Di samping berfungsi sebagai kawasan hidrologis di Sumatera bagian tengah dan selatan, daerah tersebut menjadi salah satu kawasan konservasi yang mendapat atensi internasional. Di dataran‑dataran rendah memiliki suhu rata‑rata 28 derajat celcius dengan fluktuasi bulanan yang kecil. Suhu rata‑rata di Kerinci mencapai 23 derajat, namun suhu terendah bisa mencapai 7 derajat dan sering terjadi.



Di TNKS terdapat beberapa satwa dan tumbuhan yang dilindungi. Ada sekitar 4.000 jenis tumbuhan, 37 jenis mamalia dan 136 jenis burung ditemukan di sini. Belum lagi satwa-satwa langka, seperti badak sumatera (Dicerorhinus Sumatrensis), kambing hutan (copricornus Sumatrensis.), gajah sumatera (Elephas Sumatrensis) dan harimau sumatera (Phantera Tigris Sumatrensis).



Akan halnya dari jenis tumbuhan, maka Raflesia Arnoldi dengan berbagai jenisnya juga masih lerdapat di sini dan satu bunga pegunungan yang sangat khas, Eideilweiss juga terdapat di sekitar puncak gunung Kerinci yang menjadi tonggak tatapan taman nasional seluas 1.484.650 ha. Secara administratif, Thman Nasional Kerinci Seblat berada di 9 wilayah kabupaten, yaitu Pesisir Selatan dan Solok (Sumatera Barat). Batanghari, Sorolangun, Bongko dan Kerinci (Jambi), Bengkulu Utara dan Rejang Lebong (Bengkulu) dan terakhir berada di Kabupaten Musi Rawas (Sumatera Selatan).



TNKS umumnya bertopografi berupa pegunungan tinggi dengan lereng yang lumayan terjal, yakni Gunung Kerinci, Gunung Tujuh (2.604 mdpl), Gunung Seblat (2.383 mdpl), Gunung Raya (2.543 mdpl). Pada bagian yang lebih rendah termasuk beriklim tropis basah dengan curah hujan relatif tinggi. Curah hujan rata‑rata 3.086 milimeter per tahun, termasuk tipe iklim A. Menurut Schmidt dan Perguson, hal ini menjadikan musim bulan hujan lebih banyak dari pada musim kering.



TNKS membentang dari hutan lindung Bukit Kelam (Bengkulu) memanjang sekitar 345 kilometer sampai ke Gunung Galik (Sumbar). Atau berada di sepanjang rangkaian pegunungan Bukit Barisan, yang dimulai dari ketinggian 200 mdpI hingga 3.805 mdpl, menyusul struktur vegetasi yang didominir oleh formasi dataran tinggi, Pegunungan/bukit, montana belukar gleichenia/paku-pakuan dan sub‑alpine.



Objek Wisata



Keindahan panorama TNKS beserta ekosistemnya merupakan potensi wisata alam yang layak dinikmati dan dikembangkan da­lam upaya pengembangan wisata. Ada beberapa potensi obyek wisata yang paling menarik dari TNKS, yakni Gunung Kerinci. Di samping Kerinci ada Gunung Tujuh. Di gunung Tujuh ini terdapat sebuah danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara. Danau Gunung Tujuh ini dikelilingi tujuh gunung, karena itu ia dinamakan demikian.



Selanjutnya ada hutan rawa yang disebut Rawa Ladeh Panjang merupakan hutan rawa tertinggi di Asia. Selebihnya. TNKS kaya oleh air terjun dan macam‑macam atraksi alam. Karenanya pengelolaan yang sangat berhati‑hati akan menjadikan potensi TNKS dapat terjaga dengan baik hingga masa-masa mendatang.



Kawasan TNKS umumnya bertetangga langsung dengan pemukiman penduduk. Masyarakat setempat sebagian besar merupakan petani peladang. Hal ini turut mempengaruhi keamanan kawasan TNKS berhubung masih banyak penduduk sekitar yang menggarap lahan secara liar di kawasan TNKS. Belum lagi ancaman dari pemburu satwa liar yang telah dilindungi oleh undang‑undang.



Untuk mengatasi berbagai persoalan tadi, maka pihak pengelola TNKS sudah mengambil langkah‑langkah penanganan. Antara lain penataan batas kawasan. penanaman jalur hijau di sepanjang batas kawasan, pengendalian perladangan dengan cara mentransmigrasikan penduduk dari area TNKS, pelaksanaan hukum (law enforcement) lewat operasi rutin dan gabungan yang melibatkan aparat keamanan, penyuluhan dan pembentukan pola kemitraan antara masyarakat dengan TNKS, serta pengembangan program penanaman Pohon Kehidupan pada Zona Pemanfaatan Radisionall (ZPT) khusus di wilayah Kabupaten Kerinci.

http://khairulid.multiply.com/journal/item/123


0 comments:

Rejang Land Pal

Support by