weblogUpdates.ping Taneak Jang, Rejang Land, Tanah Rejang http://rejang-lebong.blogspot.com Taneak Jang, Rejang land, Tanah Rejang: Misteri Butau Gesea - Batu Nyaris Hampir

Misteri Butau Gesea - Batu Nyaris Hampir

·

Kategori:Mitos
GenreMisteri & Thriller
Penulis:Naim Emel Prahana

Mitos Suku Rejang di Lebong

Danau Tes dan sekitarnya serta masyarakat di Kotadonok, Lebong mempunyai cerita yang cukup banyak. Mulai dari legenda, mitologi, misteri dan peninggalan zaman purbakala, baik berupa megalitik maupun sisa-sisa sejarah masyarakat Rejang tempo dulu yang masih terbengkalai. Tapi, sangat diketahui oleh masyarakatnya.

Salah satu adalah Butai Gesea (Butau = batu, gesea =  hampir atau nyaris). Kenapa dinamakan Butau Gesea? Karena posisi batu yang permukaannya sekitar lebar dan panjangnya 1 meter X 2 meter itu sangat aneh. Batu yang besarnya (secara ukuran umum) mencapai sebesar mobil kijang kapsul lebih sedikit itu, kelihatannya hanya menempel sekian sentimeter saja bagiannya yang tertanam di tanah. Padahal, batu itu berada di lereng bukit yang terletak di Teluk Lem Danau Tes. 

Letak Butau Gesea berada beberapa meter di atas Srawung Dung Ulau Tujuak (gua ular kepala tujuh) yang terkenal itu. Letak persisnya bila di horizontalkan dari seberang Teluk Lem (Teluk Dalam) berada di seberang Pondok Lucuk (Rumah Runcing) tempat wisata di Kotadonok.

Walaupun ukuran permukaan Butau Gesea itu tidak lebar, normalnya hanya bisa muat sekitar (maks) 6 orang duduk bersila. Tapi, kenyataannya permukaan batu itu mampu memuat lebih dari 20 orang di atasnya, tanpa berdesak-desakan. Itulah keanehan kalau tidak boleh kita menyebutkan suatu keajaiban.

Biasanya, banyak orang berziarah ke Butau Gesea itu, terutama dari kalangan orang rejang yang tinggal di luar Lebong dan masyarakat dari etnis Tionghoa. Cerita persisnya memang tidak ada. Tapi, semua masyarakat di sekitar Danau Tes, baik di Kotadonok, Talang Ratu, Tapus, Talang Baru, Tanjung, Taba Anyar, Turan Tiging, Mubai, Turan Lalang dan lainnya sangat mengenal cerita Butau Gesea.

Masyarakat di Kotadonok mempercayai kalau Butau Gesea itu bukan batu sembarangan dan mempunyai nilai magisnya, apalagi di bawahnya, di Teluk Lem di Danau Tes itu terdapat gua ular kepala tujuh yang cerita mitos maupun legendanya sangat tersohon ke berbagai pelosok.

Selain itu, ada cerita lain di Teluk Lem itu, yaitu sering munculnya ikan mas besar berukuran sekitar lebar dan panjang tikea purun (tikar). Menurut ceritanya, jika ikan itu muncul dan terlihat oleh seseorang atau beberapa orang, dipercayai alamatnya adalah Danau Tes minta korban atau ada orang yang akan meninggal dalam waktu dekat di sekitar danau itu.

Bahkan, sering berubah wujud menjadi sebatang kayu besar tanpa ujung (artinya sangat panjang), tetapi ada pula yang mempercayainya sebagai perubahan wujud dari ular kepala tujuh itu sendiri.

Jika Butau gesea itu dikelola oleh pemerintah dan dijadikan salah satu objek wisata, nisaya akan mendatangkan pendapatan daerah yang cukup besar, terutama mendatangkan pendapatan bagi masyarakat sekitarnya. 

Sampai detiknya sepengetahuan penulis, belum ada yang berani mengambil foto Butau Gesea itu. Sehingga dokumen fotonya masih kosong. Butau gesea itu nyata keberadaannya, bisa dilihat dengan mata dan bisa diraba.

Di lokasi lain, di Tepat Taukem (Keramat Rukam), dulunya diyakini sebagai pusat salah satu kerajaan di Lebong terdapat pula benda purbakala berupa meriam besi dan peluru besinya berbentuk bundar sebesar kelapa. Masyarakat di Lebong sangat percaya kalau anak haram (anak hasil zina) yang datang ke sana dan mencoba mengangkat peluru besi itu. Pasti tidak akan bisa mengangkatnya. Tapi, kalau orang biasa (bukan anak haram), besi peluru itu dengan gampang bisa diangkat. Peninggalan itu, saat ini masih ada dan berada di bukit sebelah kiri jalan menuju tes dari Kotadonok, yang sekarang sudah ditumbuhi hutan pinus yang lebat.

Note :
Cerita tentang keramat keramat ini dalam bentuk cerita rakyat akan di usahakan ditulis selanjutnya oleh karena waktu admin yang terbatas.

Kisah Ular Kepala Tujuh yang sangat populer di masyarakat Rejang di wilayah lebong bisa diunduh di LINK

0 comments:

Rejang Land Pal

Support by