weblogUpdates.ping Taneak Jang, Rejang Land, Tanah Rejang http://rejang-lebong.blogspot.com Taneak Jang, Rejang land, Tanah Rejang: 9. Abstrak Silsilah Raja - Raja Pulo Percha (Sumatra) : Perjodohan Putri Mengindar Chaya dengan Tuanku Orang Muda Serimandung

9. Abstrak Silsilah Raja - Raja Pulo Percha (Sumatra) : Perjodohan Putri Mengindar Chaya dengan Tuanku Orang Muda Serimandung

·

9. Perjodohan Putri Mengindar Chaya dengan Tuanku Orang Muda Serimandung

Klik
Kembali ke Bag.8


Pada masa yang sama, Raja Kartasura di pulau Jawa, mempunyai anak 3 orang putra dan 3 orang putri. Yang bungsu adalah seorang putri yang hamil sebelum menikah. Rajah sangat marah, dan mengusir pergi putrinya ke tempat lain dengan menyiapkan sebuah kapal. Ikut juga dalam rombongan itu pengiring dengan perlengkapan yang lengkap sesuai dengan perintah raja.

Putri raja ini berlayar menuju Palembang, dan di sana mereka bertemu dengan orang orang Jawa sebelumnya. Orang orang Jawa ini menjadi penunjuk jalan mereka untuk menyusuri Sungai Tanjung Semelindo 16.), dan akhirnya tiba ditempat yang bernama Talawi. Mereka mengakhiri pelayaran dan menetap di sini.

Yang Dipertuan yang ingin membunuh adik perempuannya karena hamil kemudian di pindahkan dari Bunga Tanjung ke rantau (daerah terusan dari sungai) yang bernama Sungai Nian. Saat di berada di Sungai Nian istrinya kemudian hamil, meskipun dia tak berhubungan dengan istrinya. Kejadian ini sama dengan kejadian yang menimpah Raja Perempuan sebelumnya. Belajar dari pengalaman yang menimpa Raja Perempuan sebelumnya, pangeran ini kemudian mengirim utusan ke Tanjung Bunga, untuk menyampaikan pesannya, bila anaknya terbukti kelak seorang Putra dan anak Raja Perempuan seorang Putri, pangeran berharap mereka di jodohkan dan dikawinkan, demikian pula bila terjadi yang sebaliknya, yaitu anak Pangeran seorang Putri sedangkan anak Raja Perempuang seorang Putra.

Utusan Pangeran yang di percaya itu akhirnya tiba di Tanjung Bunga, ia menyampaikan salam hormat dari Yang Dipertuan terkait dengan pesan yang ia bawah untuk Raja Perempuan. Raja Perempuan kemudian menjawab, "Saya tidak bsia menentang keinginan kakak saya dan tak ada alasan untuk itu, dan saya mengabulkan keinginannya". Keesokan harinya sang utusan kembali ke Sungai Nian dan menyampaikan semua perkataan Raja Perempuan ke Yang Dipertuan.

Saat waktunya tiba, sang putri raja Kartasura melahirkan seorang putra di tengah malam di Telawi. Sedangkan Raja Perempuan melahirkan seorang putra juga di Tanjung Bunga pada pukul delapan pagi. Dan istri Yang Di Pertuan melahirkan seorang putri,

Putri Yang Dipertuan diberi nama Putri Mengindar Chaya, yang lebih di kenal sebagai Putri Bungsu. Putra dari Raja Perampuan diberi nama Sri Sultan Murdu Alum Khalif'at Allah Jouhan Shah, ia adalah ibarat Matahari Pulo percha, dan jadi putra mahkota Negeri Minang Kabau. Putra dari putri raja Kartasura diberi nama Imbang Jaya Kartasura.

Ketika ketiga anak-anak tumbuh dewasa nama mereka di ganti menjadi Datuk Imbang Jaya Kartasura, dan Sultan itu diberi nama Tuanku Orang Muda Serimandung. 17.)

Putri bungsu tumbuh dewasa dengan kecantikan yang sangat yang memukau. Datuk Imbang Jaya pun mulai mengatur siasat untuk mendapatkannya, dan ia juga mencari berbagai cara agar perjodohan antara Putri Bungsu dan Tuanku muda sebelumnya tidak terjadi, tapi ia tidak bisa.

Note :
16.) Dalam naskah asli di tulis sebagai Sungy Tanjong Semelindo
17.) Dalam naskah asli di tulis sebagai Tuanko Orang Muda Serimandung


Klik
Menuju Bag. 10

0 comments:

Rejang Land Pal

Support by