weblogUpdates.ping Taneak Jang, Rejang Land, Tanah Rejang http://rejang-lebong.blogspot.com Taneak Jang, Rejang land, Tanah Rejang: Gerga - Land Storage after Taking Land at Tabot Ceremoney, Bengkulu, Indonesia

Gerga - Land Storage after Taking Land at Tabot Ceremoney, Bengkulu, Indonesia

·

First Step Taking Land of Tabot Ceremoney in Bengkulu Province

In Bengkulu province, Sumatra Island, Rejang Land nearby Indonesia, there is famous ritual call as Tabot.

One scenes occur early this year Muharam 61 Hijriah in Padang Karbala. Husien troops Bin Ali bin Abi Talib one of the descendants of the Prophet Muhammad SAW troops battle against Yazid bin Muawiyah. Rhubarb is not balanced Husien eventually cause the body chopped ago.

Part of Husien`s body have exhibited around the city. Husien death be rememberance by the Syiah as a ceremony. Then be entrenched tradition and a part of the community called Tabot in Bengkulu.

Sepengal adegan ini terjadi awal bulan Muharam tahun 61 Hijriah di Padang Karbala. Pasukan Husien Bin Ali bin Abi Thalib salah satu keturunan Nabi Muhammad SAW bertempur melawan pasukan Yazid bin Muawiyah. Perkelahian tidak seimbang menyebabkan Husien akhirnya dipancung lalu tubuhnya dicincang. Potongan tubuh Husien ditemukan lalu diarak keliling kota. Kematian Husien ini kemudian diperingati oleh kaum Syiah. Tradisi kemudian membudaya dan menjadi bagian masyarakat Bengkulu yang dinamakan Tabot.

There are a nine step in Tabot Ceremony, consist of :
a. Mengambik Tanah (Taking Land)
b. Duduk Penja (Cleaning Fingers, mencuci jari-jari)
c. Menjara (Mengandun)
d. Meradai (Collecting Fund, mengumpulkan dana)
e. Penja Procession (Arak Jari-Jari, arak penja).
f. Turban Procession (Mengarak Sorban)
g. Gam (Calm/ Mourning, tenang berkabung)
h. Gedang Procession (Taptu of Akbar, arak gedang)
i. Tabot Tebuang (Tabot Terbuang, membuang tabot)

Gerga Panglima at Kampung Bali (photo by Cucu Yudhistira)
Land storage from taking land of Tabot Ceremony, Bengkulu

Mengambik Tanah (Taking Land)

Taken land has to contain magical element, therefore it has to be taken from sacred places. There‘s only two places assumed as the sacred places in Bengkulu, keramat tapak padri that is located in waterfront, nearby to the Marlborough fortress in the right corner of Bengkulu harbor, and Keramat Anggut which is located in public funeral of Pasar Tebek nearby monument of Hamilton, nearby to the coast of Nala. This ceremony takes place at night of 1 Muharam at around 22.00 p.m.

The taken land is stored in Gerga (center of activities/ group station of Tabot), formed like human being doll, and wrapped with white winding sheet, then put down in Gerga. The eldest Gerga in Bengkulu are only two, those are Gerga Berkas (Bind) and Gerga Bangsal (Barn). Both have been renovated and now they become a permanent building.

At both places, they put offering (sesajen) in the form of: red and white mushes, demerara, 7 sheets of sirih, 7 bars of smoke nipah, a cup of black coffee, a cup of irrigate serbat, a cup of curd (ox milk of murni raw), a cup of sandalwood water, a cup of sweet basil and water.

Upacara Pengambilan Tanah dilaksanakan pada malam hari sebelum tanggal 1 Muharram, sekitar pukul 20.00 WIB (setelah shalat Isya). Upacara Pengambilan Tanah dilakukan di dua tempat, yaitu di Pantai Nala dan Tapak Paderi. Upacara ini diartikan sebagai peringatan atau mengenang kembali manusia yang pada awalnya diciptakan dari tanah dan nantinya akan kembali menjadi tanah. Upacara ini dilengkapi sesajen berupa bubur merah, gula merah, sirih tujuh subang, rokok tujuh batang, air kopi pahit, air serobat (air jahe), air susu sapi murni, air cendana dan air selasih. Sesudah sesajen didoakan, diambil tanah dua kepal, sekepal diletakkan di Gerga (di ibaratkan benteng) dan sekepal lainnya dibawa pulang untuk diletakkan diatas Tabot yang akan dibuat.

Lokasi itu hanya ada dua di Bengkulu, yakni Keramat Tapak Padri, yang terletak di tepi laut tidak jauh dari Benteng Marlborough di sudut kanan Pelabuhan Laut Bengkulu; dan Keramat Anggut yang terletak di perkuburan umum Pasar Tebek dekat Tugu Hamilton, tak jauh dari Pantai Nala.

Tanah yang diambil disimpan di Gerga (pusat kegiatan/markas kelompok tabot bersangkutan), dibentuk seperti boneka manusia dan dibungkus dengan kain kafan putih, lalu diletakkan di Gerga.

Gerga tertua di Bengkulu hanya ada dua, yaitu Gerga Berkas dan Gerga Bangsal. Keduanya telah direnovasi dan kini berwujud bangunan permanen.


2 comments:

GuaGituLoh ( Who am I? ) said...
June 13, 2009  
Rate this:
2.5

Maaf, gambar yang ditampilkan bukanlah gerga yang berada di Kelurahan Berkas atau disebut Gerga Imam. Yang ada pada gambar adalah Gerga Panglima yang berada di Kampung Bali Kota Bengkulu.

Ini sebagai koreksi terhadap gambar pada artikel.

Terima kasih

Taneak Jang Tanah Rejang Rejang Land ( Who am I? ) said...
June 13, 2009  
Rate this:
2.5

Terimakasih koreksinya, sudah di perbaiki

salam
admin

Rejang Land Pal

Support by