weblogUpdates.ping Taneak Jang, Rejang Land, Tanah Rejang http://rejang-lebong.blogspot.com Taneak Jang, Rejang land, Tanah Rejang: Menyambut Andalas

Menyambut Andalas

·

19 02 2007

AndalasSaat sebagian (besar) pertokoan dan pusat perbelanjaan ramai dengan acara menyambut tahun baru China, salah satu lokasi serupa mempunyai acara yang lain sama sekali, yaitu rangkaian acara menyambut kedatangan Andalas. Pesohor seperti apakah Andalas sehingga “mengalahkan” kehebohan barongsai..? Andalas saat ini memang tengah menjadi pesohor kelas dunia, terutama dikalangan penyinta dan pemerhati spesies langka. Andalas ternyata “hanyalah” seekor Badak.

Pada tanggal 13 September 2001, dua hari setelah kehacuran gedung kembar di pusat kota New York, lahir seekor bayi jantan Badak Sumatera di kebun binatang Cincinnati, Amerika Serikat. Bayi yang terlahir berbobot sekitar 32 kg, diberi nama Andalas yang merupakan nama asli dari Sumatera. Induk Andalas adalah badak betina Emi dan badak jantan Ipuh, keduanya berasal dari Bengkulu.

Badak Sumatera adalah jenis badak paling primitif. Ukurannya paling kecil dibandingkan dengan badak lainnya. Badannya ditumbuhi rambut, senang berkelana di hutan-hutan lebat.

Belulang BadakAcara yang berlangsung di Botani Square, Bogor, berlangsung sejak Sabtu hingga Minggu 17 - 18 Pebruari 2007 mempunyai ragam acara yang cukup mengena berbagai kalangan usia terlihat mampu menyedot perhatian dan keterlibatan pengunjung. Pameran poster badak, tapak kaki, belulang badak, sekaligus jerat badak yang merupakan salah satu alat pemercepat pemusnahan spesies ini ditampilkan disini. Ada juga bincang-bincang tentang badak, pemutaran film badak dan juga peragaan tari Reog Badak dari Way Kambas, Lampung. Way Kambas adalah Taman Nasional di Provinsi Lampung yang akan menjadi rumah baru si Andalas.

Kurang dari 300 ekor Badak Sumatera hidup di dunia, dan sekitar 200 ekor diantaranya berada di Indonesia. Tahun 1889 di kebun binatang Calcuta, India, pernah memiliki pasangan badak Sumatera yang juga berhasil kawin dan melahirkan. Setelah 112 tahun, kelahiran Andalas adalah pemecah kebekuan serentetan peristiwa kegagalan upaya penagkaran badak Sumatera sebelumnya.

Membuat badak tanah liatPengenalan badak pada anak-anak juga tak terlewatkan. Kegiatan yang menarik adalah pembuatan patung badak dari tanah liat yang dipandu oleh para petugas. Anak-anak, juga orang dewasa, dipandu bagaimana membuat bentuk badak dari tanah liat, dari mulai membuat bentuk badan, kepala yang bercula, kaki, dan ekor. Menyenangkan tentunya. Jika telah selesai maka patung akan ditempel secarik kertas dengan nama pembuat dan juga umurnya. Tempelan kertas ini tidak terlihat pada hasil karya orang dewasa, mungkin malu (pada badak) untuk menuliskan umurnya…

Menggambar badakAda juga lomba menggambar dan mewarnai dengan tema utama tentang Badak. Kegiatan ini dipandu oleh mas Koen dan diikuti oleh umum tetapi terbatas untuk anak-anak taman kanak-kanak. Penggambaran dimulai dengan bentuk dua lingkaran yang akan menjadi dasar bentukan badan dan kepala. Penekanan pada bentuk cula juga dilakukan karena cula adalah salah satu daya tarik spesies ini. Karena badak makanan utamanya adalah dedaunan tropis, maka sebagai latar belakang didominasi oleh gambar tanaman. Pewarnaan kemudian diserahkan pada masing-masing peserta. Dan segeralah terlihat warna-warni badak, dari warna coklat, hitam, ungu, dan bermacam warna lainnya.

Sejak Juni 2003 Andalas pindah ke kebun binatang Los Angeles untuk memeri ruang kepada calon bayi baru di kebun binatang Cincinnati. Saat itu Emi telah hamil lagi seekor bayi badak betina, yang kelak sang bayi yang lahir pada Juli 2004 diberi nama Suci.

Direncanakan, pada tanggal 20 Pebruari 2007 ini, Andalas akan kembali ke tanah airnya, Sumatera, dan ini adalah peristiwa pertama kali seekor badak Sumatera hasil penangkaran akan kembali ke tempat asalnya.

Untuk para BadakPenyelenggara penyambut Andalas, yang terdiri dari “komunitas Badak” antara lain: Dephut, Los Angeles Zoo, Cincinnati Zoo & Botanical Garden, Yayasan Suaka Rhino Sumatera, International Rhino Foundation, Taman Safari Indonesia, Yayasan Mitra Rhino dan Taman Nasional Way Kambas, juga menyediakan sebentang kain untuk ditulisi oleh pengunjung tentang kedatangan Andalas. Juga disediakan pendaftaran untuk menjadi komunitas penyinta badak dengan menyantumkan alamat email untuk berkomunikasi antaranggota.

Kegiatan Sabtu - Minggu kali ini penuh dengan badak… Dan anak-anak menikmatinya… That’s the point… : )

Selamat datang Andalas…!

http://hartanto.wordpress.com/2007/02/19/menyambut-andalas/








0 comments:

Rejang Land Pal

Support by