weblogUpdates.ping Taneak Jang, Rejang Land, Tanah Rejang http://rejang-lebong.blogspot.com Taneak Jang, Rejang land, Tanah Rejang: Gajah Sumatera dan Kalimantan Terancam Punah

Gajah Sumatera dan Kalimantan Terancam Punah

·



Jakarta-Kelestarian gajah di Sumatera dan Kalimantan (Elephas maximus) serta harimau di Sumatera (Panthera tigris sumatrae) sudah sangat terancam. Tiga subspesies harimau dunia itu telah punah dari muka bumi dalam tujuh dekade terakhir, dua di antaranya adalah harimau jawa dan harimau bali. Adapun kepunahan tersebut seiring turunnya 40 persen sebaran harimau dunia dalam masa 10 tahun terakhir.
Menurut Kepala Pusat Informasi Kehutanan Dephut Achmad Fauzi, harimau sumatera hanya tersisa sekitar 400 individu. Sementara itu, populasi gajah sumatera tersisa hanya 2.400-2.800 individu pada tahun 2007, atau menurun sekitar 35 persen dari tahun 1992 yang mencapai 2.800-5.000 individu.
“Tingginya laju kerusakan habitat, perubahan tata ruang, dan tingginya tingkat perburuan serta konflik menjadi faktor menurunnya populasi kedua satwa dilindungi tersebut,” kata Achmad Fauzi, Selasa (28/8).
Penyelamatan populasi harimau dan gajah sangat tergantung pada penyelamatan habitat hutannya yang masih tersisa. “Pembukaan hutan harus ditinjau ulang dan tata ruang dibangun dengan mengakomodasi aspek-aspek ekologis guna mencegah konflik antara manusia dan satwa liar,” tambahnya.
Analisis Data Citra Satelit menunjukkan bahwa hutan dataran rendah Sumatera menyusut drastis sekitar 8 juta hektare (ha) antara tahun 1990-2000, yang memicu terjadinya konflik satwa liar dengan manusia.
Suatu Protokol penanganan konflik antara harimau dan gajah dengan manusia yang komprehensif dan mengakomodasi aspirasi berbagai kepentingan, diharapkannya dapat disepakati. Protokol tersebut sangat mendesak untuk segera disepakati dan diimplementasikan mengingat maraknya konflik yang terjadi akhir-akhir ini.
“Antara tahun 2002 sd 2007 tercatat sedikitnya 42 orang meninggal dan 100 ekor gajah mati akibat konflik,” ungkap Achmad Fauzi. “Wilayah jelajah harimau dan gajah juga banyak terdapat di luar kawasan konservasi, maka perlu adanya pengembangan manajemen satwa di areal konsesi perkebunan, HTI, dan lahan masyarakat,” sambungnya.
Dengan menerapkan pola-pola pengelolaan yang lebih baik (better management practices), harapnya, apresiasi masyarakat meningkat dan mereka dapat hidup berdampingan dengan harimau dan gajah. (john js)






Copyright © Sinar Harapan 2003

0 comments:

Rejang Land Pal

Support by