weblogUpdates.ping Taneak Jang, Rejang Land, Tanah Rejang http://rejang-lebong.blogspot.com Taneak Jang, Rejang land, Tanah Rejang: Gajah Sumatera dalam Perangko

Gajah Sumatera dalam Perangko

·

SERI FLORA FAUNA TAHUN 1998
< back >

GAJAH SUMATERA
Nama latin : Elephas maximus sumatranus

Tinggi gajah jantan dewasa yang ada di Lampung dapat mencapai 3 meter, yang ditunjukkan dengan memiliki gadingnya sebagai gambaran sekilas yaitu gajah yang bergading adalah gajah jantan dan umumnya dengan bentuk tulang punggung rata adalah gajah betina. Berat gajah jantan dewasa mencapai 4 ton, sedang anak gajah yang baru dilahirkan mempunyai berta 75 – 100 kg.

Gajah Sumatera berwarna coklat gelap sampai mendekat hitam. Kedewasaan ditunjukkan dengan warna kulit dengan bintik-bintik coklat terutama pada telinga dan leher. Bentuk dan ukuran telinga gajah adalah segitiga dan kecil. Apabila daun telinga bergerak ke belakang, maka lekukannya sampai meutup leher. Pendengarannya jauh lebih baik dibandingkan dengan penglihatannya.

Balalai gajah pada saat tidak aktif dapat mencapai tanah dari tempat gajah berdiri. Belalai dapat berfungsi sebagai alat pencium peraba. Belalai juga berfungsi untuk mengambil air minum, memilki kapasitas (daya hisap) mencapai 7 – 10 liter air.

Kuku kaki gajah depan berjumlah 5 dan kuku kaki belakang berjumlah 4. kuku berfungsi sebagai pelindung ujung kaki pada waktu membentur benda disaat sedang berjalan. Gading yang menjadi kebanggaan gajah jantan merupakan bagian dari gigi seri dari bahan email.

Gajah Sumatera seperti halnya gajah Asia lainnya, tidak tahan panas matahari dan pada siang hari mencari naungan di tengah-tengah hutan lebat, kadang-kadang dikunjunginya sungai atau kolam untuk berendam. Gajah juga senang mandi lumpur untuk memperoleh lapisan lumpur yang perlu untuk mencegah gigitan serangga.

Di Indonesia, gajah dapat ditemukan di Sumatera (E.m. sumatrae) dan Kalimantan (E.m. indicus). Di luar Indonesia, gajah banyak terdapat di beberapa tempat seperti Srilangka, India dan di dataran Asia Tenggara.

Mereka makan daun-daunan atau umbut-umbut muda dan berbagai macam palma, tanaman merambat atau rumput-rumputan. Mereka juga suka tanam-tanaman pertanian seperti jagung, pisang sehingga untuk mendapatkan makanan seringkali mereka menyerbu daerah pertanian.

Gajah mencapai dewasa kelamin pada umur 10 – 12 tahun. Dalam satu kelompok hanya satu gajah jantan yang berhak mengawini betina yang birahi. Kehamilan gajah dapat diketahui dari tegangan kulit perut. Masa kehamilan gajah sampai melahirkan adalah 20 – 22 bulan. Sifat kelahiran tunggal dan anaknya menyusui melalui kelnjar susu. Masa menyusui anak sampai kira-kira anak gajah berumur 2 tahun atau paling tidak sampai gajah betina hamil lagi.

http://www.menlh.go.id/PerangkoHLH/PerangkoHLH1998/PerangkoHLH1998-GajahSumatera.htm

0 comments:

Rejang Land Pal

Support by