weblogUpdates.ping Taneak Jang, Rejang Land, Tanah Rejang http://rejang-lebong.blogspot.com Taneak Jang, Rejang land, Tanah Rejang: 1. Tambo Kejai : Kata Pengantar

1. Tambo Kejai : Kata Pengantar

·

1. Kata Pengantar


Tambo Kejai adalah sebuah folklore dari Tanah Rejang. Folklore ini berisi sejarah, adat istiadat, dan tata cara menari Kejai dalam bentuk sebuah cerita rakyat. Dikumpulkan oleh Djalaludin dari cerita-cerita oral yang disampaikan turun temurun oleh orang orang tua di desa desa di kecamatan Lebong, Kabupaten Rejang Lebong, propinsi Bengkulu, yang kini telah menjadi kabupaten sendiri yaitu Kabupaten Lebong.

Pengumpulan data tokoh utama dan alur cerita rakyat ini dilakukan di tahun 1978-1979, dan kemudian dibukukan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan terbit di tahun 1979.

Cerita Tambo Kejai berisi, asal usul bimbang Kejai. Kejai adalah nama suatu tarian rakyat dari suku rejang yang punya syarat tertentu untuk mengadakannya. Tambo Kejai juga berisi sampiran sejarah yang berbentuk Tambo, dengan tokoh utama Raja Cetang, Raja Magek dan Putri Senggang. Selain cerita dan sejarah, Tambo Kejai juga berisi pesan pesan moral dan kebiasaan kebiasaan yang sering dilakukan suku Rejang di daerah Lebong.

Kemiripan cerita Tambo Kejai juga di temui di tambo tambo Suku Rejang dari berbagai Marga. Cerita ini masih hidup di masyarakat terutama di desa desa tua di tanah Rejang, namun sayangnya alur ceritanya telah banyak berubah tak sesuai lagi dengan cerita aslinya, bahkan banyak yang diceritakan sepotong sepotong saja oleh penuturnya, sehingga orang orang rejang sendiri banyak yang tak mengetahui jalan ceritanya, mereka hanya mengenali toko utama ceritanya saja.

Alasan inilah yang membuat saya menulis ulang Naskah Tambo Kejai ini agar orang umum tahu alur cerita lisannya, sehingga perubahan alur cerita di masyarakat tak banyak berubah atau mungkin bisa dikembalikan ke cerita versi aslinya oleh para penuturnya.

Kelangkaan buku dan naskah tambo ini juga menjadi alasan saya memasukkan dan menerbitkannya di blog dengan memasukkannya ke bagian Malayan Miscelannies dan Folk Tale.

Kelangkaan buku ini terjadi, karena di cetak sangat terbatas dan tak adanya usaha pernerbitan ulang. Selain itu sifatnya hanya untuk dokumentasi dan beredar di kalangan terbatas.

Koreksi dan tambahan alur cerita yang mungkin ingin di sampaikan oleh pembaca sangat saya harapkan, mohon semua koreksi dan tambahan data baru yang berguna untuk melengkapi naskah ini, dapat di sampaikan dan tulis di bagian komentar pada bagian bawah dari halaman blog ini.(klik Pos a Comment)

Semoga naskah ini menambah wawasan teman-teman, sahabat dan handai taulan untuk memperkaya pengetahuan kita tentang Suku Rejang di Sumatra

Jakarta, 09 November 2011

Tun Jang

Klik
Menuju Bag.2

0 comments:

Rejang Land Pal

Support by