weblogUpdates.ping Taneak Jang, Rejang Land, Tanah Rejang http://rejang-lebong.blogspot.com Taneak Jang, Rejang land, Tanah Rejang: Tari sambut Silampari kayangan tinggi - Welcoming dance of the lost fairy (princess) from heaven

Tari sambut Silampari kayangan tinggi - Welcoming dance of the lost fairy (princess) from heaven

·

Tari Sambut Silampari Kayangan Tinggi
Welcoming dance of the lost fairy (princess) from heaven

From Rejang sindang Merdiko I wanna introduce you the rhythm of welcoming dance of the lost fairy from heaven. This is tobe the official welcoming dance from Lubuk Linggau Regency, in Rejang Land, Southern Sumatra recently.

Singer by Ristin Noli



Syair Lagu Tari Sambut Silampari Kayangan Tinggi


Silampari khayangan tinggi,, Silampari khayangan tinggi
Name tu sebab,, Name tu sebab
La panjang seribu panjang
Name tu sebab,, Name tu sebab
La panjang seribu panjang
Yae la yang di sayang
slamat datang kami ucapkan
slamat datang kami ucapkan
Para hadirin para hadirin ya sayang di lubuklinggau
para hadirin bapak dan ibu ya sayang di lubuklinggau
Yae la yang di sayang
Nak memacong salak serompon
Nak memacong salak serompon
Depat di jolok, Depat di jolok
Lah denganlah same bilah
Depat di jolok, Depat di jolok
Lah denganlah same bilah
Yae la yang di sayang
Seribu salah ku mitek ampun
Seribu salah ku mitek ampun
Jerai sepoloh, Jerai sepoloh
Lah sembah menateng sembah
Jerai sepoloh, Jerai sepoloh
Lah sembah menateng sembah


Welcoming dance of the lost fairy (princess) from heaven


The word “Silam” means lost; “pari” means fairy / beautiful princess. This dance developed in the era of the 50’s; when the community will hold a commemoration / the kampong elders who have supernatural powers to summon fairies from heaven to earth come down to entertain the community at the commemoration event. After finishing dancing, fairies are back to heaven itself. This dance is used as welcome dance for great guests coming to Lubuklinggau.



Tari Sambut Silampari Kayangan Tinggi


Silam berarti hilang, pari berarti peri/putri yang cantik. Tarian ini berkembang diera 50-an bilamana masyarakat akan mengadakan suatu hajatan/persedekahan, maka tetua-tetua kampong yang memiliki kekuatan supranatural akan memanggil peri dari kayangan turun kebumi menghibur masyarakat diacara hajatan tersebut. Setelah selesai menari peri-peri tersebut akan kembali ke kayangan dengan sendirinya. Tarian ini dijadikan sebagai tari penyambutan bagi tamu-tamu agung yang datang ke kota lubuklinggau.



Credit photo :
  • http://disbudpar.lubuklinggau.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=158:tskkt&catid=54:stk&Itemid=151
  • http://img267.imageshack.us/i/pic3296.jpg/
File mp3 and lyric syair contribution from :
EDO DAVINCI ZAKTI (FDR-246)Public Relations
PT.RADIO SWARAUNIB
Radio 99.2 SwaraUnib Fm Bengkulu


0 comments:

Rejang Land Pal

Support by