weblogUpdates.ping Taneak Jang, Rejang Land, Tanah Rejang http://rejang-lebong.blogspot.com Taneak Jang, Rejang land, Tanah Rejang: Perambak Bujang Gadis dan Rasan Kulo Pada Masyarakat Serawai

Perambak Bujang Gadis dan Rasan Kulo Pada Masyarakat Serawai

·

Naskah Perambak Bujang Gadis dan rasan kulo pada masyarakat Serawai merupakan fotokopi naskah koleksi Museum Negeri Bengkulu. Kajian naskah dibatasi pada kajian filologi yang mencakup pengkajian teks dalam bentuk tranliterasi dan terjemahan. Dengan kata lain, ruang lingkup pengkajian menitip beratkan pada teksnya. Selanjutnya dilakukan pengkajian dan pengungkapan nilai-nilai yang terkandung dalam naskah. Dalam pengungkapan nilai-nilai ini tidak tertutup kemungkinan mengkaji kenteks sosial lainya yang ada di masyarakat.

Metode yang digunakan dalam kajian naskah ini adalah metode Analisis Tekstual. Untuk mengetahui struktur keseluruhan sebuah naskah dipergunakan metode analisis teks, yaitu suatu pendekatan yang difokuskan pada pemahaman isi pesan atau gagasan yang terkandung di dalam teks secara keseluruhan. Sebelum naskah dikaji terlebih dahulu dilakukan transliterasi atau pemindahan macam tulisan dari huruf Ka Ga Nga ke huruf latin, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain metode tersebut, juga digunakan atau dilakukan studi kepustakaan sebagai bahan acuan guna memperoleh informasi dalam pendekatan ilmiah dalam rangka pengkajian naskah tersebut.

Naskah perambak bujang gadis dan rasan kulo, merupakan naskah bambu yang bertuliskan aksara Ka-Ga-Nga atau aksara Ulu. Naskah pertama berupa satu ruas bambu dengan panjang 75 cm dan berdiameter 7,5 cm. Naskah kedua juga berupa satu ruas bambu dengan panjang 45 cm dan berdiameter 7 cm. Kedua naskah tersebut adalah koleksi Museum Negeri Provinsi Bengkulu.

Naskah Perambak bujang gadis dan rasan kulo ini berkaitan dengan tradisi begadisan yang masih produktif, terutama pada masyarakat Serawai di Bengkulu Selatan. Melalui tradisi begadisan, bujang dan gadis melakukan komunikasi dan saling menjajangi kemungkinan untuk melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius, yaitu besantingan atau pacaran sebelum bujang dan gadis memutuskan untuk menuju ke pernikahan.

Naskah perambak bujang gadis dan rasan kulo merupakan produk tradisi tulis yang masih hidup dalam masyarakat Serawai. Apa yang diuraikan dalam naskah yang berkaitan dengan perambak bujang gadis dan rasan kulo, masih dapat kita temui aktualisasinya dalam kehidupan masyarakat Serawai. Masih dapat kita menemukan sejumlah aktivitas atau prilaku masyarakat Srawai yang merefleksikan ide atau gagasan-gagasan dalam tradisi upacara perkawinan, sebagaimana yang dimaksud oleh teks perambak bujang gadis dan rasan kulo

Secara umum nilai-nilai luhur yang terkandung dalam naskah adalah : nilai sastra atau seni, musyawarah, kasih sayang, jangan menyalahi janji, penyabar dan rendah hati. Keseluruhan nilai-nilai luhur yang terdapat dalam naskah ini merupakan aspek kehidupan yang positif dan dinamis serta dapat memperkaya khazanah kebudayaan nasional. Oleh karena itu, nilai, nilai luhur yang terdapat dalam naskah perambak bujang gadis dan rasan kulo ini perlu ditauladani oleh penerus generasi bangsa. Apalagi di zaman sekarang ini pengaruh kebudayaan asing semakin intensif. Jika nilai-nilai luhur itu tidak ditanamkan sejak dini, dikhuatirkan mereka akan menjadi kacang lupa kulitnya.

Credit :
Ajisman dan Ramot Silalahi Giro. Perambak Bujang Gadis dan Rasan Kulo Pada Masyarakat Serawai: Kajian Isi dan Nilai Budaya. Padang : Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang, 2003.

Admin :
Adakah pembaca yang bisa mengirimkan admin copy dari naskah dari museum negeri Bengkulu ini? Ada yang bisa bantu?


0 comments:

Rejang Land Pal

Support by