weblogUpdates.ping Taneak Jang, Rejang Land, Tanah Rejang http://rejang-lebong.blogspot.com Taneak Jang, Rejang land, Tanah Rejang: Tinjauan Sumber Tentang Studi Sejarah Elite Pribumi Bengkulu

Tinjauan Sumber Tentang Studi Sejarah Elite Pribumi Bengkulu

·

Oleh : Agus Setiyanto

Studi tentang elite pribumi Bengkulu ini, sumber-sumbernya diperoleh melalui penelitian arsip dan kepustakaan dengan menitik-beratkan kategori sumber primer. Sementara yang termasuk kategori sumber sekunder maupun sumber tersier, masih tetap diperlukan guna mengkoraborasi dan melengkapi sumber-sumber primernya, serta mengelaborasi wawasan ilmiahnya.

Adapun sumber-sumber primer yang berhasil dikumpulkan antara lain meliputi : (1) Algemeene Verslag van de Assistent Resident Benkoelen over het jaar 1848-1872. Sumber ini, selain memberikan data tentang jumlah penduduk Bengkulu, juga memuat daftar para pegawai pribumi yang di gaji berdasarkan jabatannya. (2) Politiek Verslag van de Assistent Residentie Benkoelen over het jaar 1854, 1861, 1862, 1864, 1870. Sumber ini memuat keputusan-keputusan pemerintah Belanda yang berkaitan dengan pengangkatan dan pemecatan para pejabat birokrat pribumi. (3) Orders by The Honble The Lieutenant Governor, Fort Marlborough 22 May 1820, yang berisi peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh Raffles terhadap para kepala pribumi yang telah diangkat sebagai birokrat pemerintah Inggris, termasuk pemberian hak pemilikan tanah, gaji, serta kewajiban-kewajibannya, (4) Aangekomende Brieven aan den Resident Fort Marlborough te Benkoelen uit John Prince en Andere Authoriteiten te Fort Marlborough, 1826, (Arsip Nasional B: 6/4), yang memuat antara lain surat-surat dari John Prince yang berkaitan dengan pelaksanaan Traktat London, terutama serah terima wilayah Bengkulu dari tangan Inggris ke tangan Belanda. (5) A Short Sketch of the Customs of the Native Chief and People when Visited at the Southern Districts at Manna, Cauer, and Croe, 1834, memuat tentang adat kebiasaan para kepala pribumi Bengkulu dalam kehidupan tradisionalnya, termasuk cara menjamu para pejabat pemerintah. (6) Aantekeningen Gedurende de Reis te Benkoelen door Perez, met bijlagen Maleisch Brieven en Stukken Over Maleisch Hoofden, 1835, berisi surat-surat dari para kepala pribumi Bengkulu, termasuk laporan mengenai peristiwa terbunuhnya gezaghebber di Seluma pada tahun 1835. (7) Aanteekeningen Gehouden op een Reis in de Binnenlanden van Sumatra enz, 1832, memuat tentang perjalanan Knoerle ke daerah-daerah pedalaman Bengkulu dalam rangka pelaksanaan sistem tanam merica kepada para kepala pribumi, juga memuat keterangan-keterangan yang berhubungan dengan kebijaksanaan pada awal pemerintahan Belanda di Bengkulu. (8) A Commentative Digest of the Laws of the Natives of that Part of the Court of Sumatra Immediately Dependent on the Settlement of Fort Marlborough, by Francis, 1829, yang memuat tentang hukum-hukum penduduk pribumi, termasuk di dalamnya Dewan Pengadilan Pangeran yang berpusat di Benteng Marlborough. (9) Over Pangerangs Raads Bencoelen, memuat tentang keanggotaan Dewan Pangeran serta jumlah gaji mereka yang diterima berdasarkan ranking jabatan. (10) Rapport van Nahuijs over het Engelsch Etablissement Benkoelen, 1823, berupa laporan perjalanan Nahuijs ke Bengkulu pada tahun 1823, yang memuat keadaan umum masyarakat Bengkulu saat itu. (11) Generale Zementrekking Assistent Residentie Benkoe- len, Dienstjaar 1845, yang berisi tabel-tabel, termasuk tabel jumlah penduduk dan rumah di Bengkulu pada tahun 1845. (12) Relaas van de Anachodas Daing Soepoe en Boegis. Wegens de Staat en Gelegenheid van Bancahoeloe Gegeven te Batavia, 1783, yang berisi tentang keadaan Benteng Marlborough, para kepala pribumi Bengkulu, serta para anak keturunan Raden Tumenggung Wiriodiningrat. (13) Memorie Betrekkelijk de Bezitting Benkoelen om te Dienen tot Leiding van de Ambtenaar, Welke nu af en de Vervolge met het Gezag aldaar zal Worden Belast, 1826, yang berisi seluk beluk kehidupan para Pangeran pribumi Bengkulu, dan Daeng Mabella, terutama dalam kaitannya dengan pergantian jabatan serta gaji yang diterima dari pemerintah Belanda. (14) Het Londensch Tractaat van 17 Maart 1824, memuat tentang ketentuan-ketentuan pelaksanaan serah terima wilayah Bengkulu kepada pemerintah Belanda. (15) Dagverhaal van eene Reis naar Palembangs Bovenlanden, door E. Francis, Ass. Resident Benkoelen, 8 Nop - 22 Nop 1829, merupakan laporan perjalanan Francis di wilayah-wilayah selatan Bengkulu, termasuk wilayah kekuasaan Pangeran Kalipah Raja di Sungai Itam. (16) Extract Uit het Register der Handelingen en Resolutien van den Gouverneur Generaal in Rade, 1832 - 1833, yang memuat tentang sistem tanam kontrak antara Asisten Residen Knoerle sebagai wakil pemerintah Belanda dengan para kepala pribumi Bengkulu. (17) Extract Uit het Register der Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch Indie, Batavia, den 7 Februarij 1839, berisi tentang pengangkatan Raden Muhamad Zein sebagai kepala orang asing, dan juga pengangkatan Sultan Muko-Muko, serta pengaturan gajinya. (18) Extract uit he Register der Resolutien van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch Indie, in Rade, Buitenzorg, den 25 October 1834, yang memuat laporan tentang permohonan Sultan Indrapura yang ingin menggabungkan kembali wilayah Muko-Muko dengan wilayahnya, serta keputusan untuk tidak mengabulkan permintaan Sultan Indrapura itu. (19) Nota over Benkoelen Geschreven te Padang 18 Februari 1840, door Resident van Ajer Bangis, de Perez, memuat laporan tentang pemilihan Sultan Muko-Muko. (20) Geslachtslijsten van Orang Baleij Banto, merupakan silsilah elite pribumi Sungai Lemau yang dimulai dari Baginda Raja Sakti. (21) Geslachts- lijst der Ondervolgende Inlandsche Hoofden 1860, 1861, Adsisten Residentie Benkoelen, J.A.W. van Ophuijsen, memuat daftar nama elite pribumi keturunan Madura serta kerabatnya yang menjadi pejabat birokrat kolonial Belanda. (22) Papieren Omtrent eene te doene Ondernemingen tegen Bezittingen der Engelsche ten Bencoelen op Sumatra Westkust, 1766, yang berisi Undang-Undang Adat di wilayah Sillebar mengenai Kerbau Jalang, dan surat perjanjian antara Pangeran Sillebar dengan Edward Coles Moeda, (23) Acte van Aanstelling, 1750, memuat tentang Undang-Undang Adat dari Sultan Banten untuk wilayah Sillebar yang ditulis pada tahun 1079 Hijriah (1688 Masehi). (24) Nota de Afdeeling Benkoelen uit de Landschappen Moco-Moco, Lais, Benkoelen Ommelanden, seloema, Manna, Couer, en Croe, 1832, yang memuat tentang pembagian wilayah Bengkulu pada tahun 1832 yang dilakukan oleh J.H. Knoerle, (25) Stukken over de Eigendom Bewijze van ’s Gouvernements, specerij perken te Benkoelen, 1840, Afschrijft, Maleisch Schrift, (Arsip Nasional B: 5/7), yang memuat surat perjanjian antara Pangeran Sillebar dengan Walter Ewer tertanggal 1 Maret 1804. (26) Papieren Omtrent eene te doene Ondernemingen tegen Bezettingen der Engelsche te Bencoelen op. S.W.K. 1783, met Kaart. 1 deel, Bahasa Melayu, (Arsip Nasional B: 5/6),yang berisi urat perjanjian antara Daeng Mabella dengan Pangeran Sillebar dan anak Marga Pagar Agung Pada tanggal 1 Juni 1820, berisi tentang pengaturan wilayah kekuasaan Pangeran Sillebar oleh Daeng Mabella, serta pengaturan mengenai sistem tanam lada, pala, kopi, dan cengkeh. (27) Stukken over de Eigendom Bewijze van ’sGouverments Specerij Perken te Benkoelen, 1804, Afschrijft, 1 deel, nb. Bahasa Melayu, (Arsip Nasional B: 5/7), yaitu surat pernyataan Raffles tentang pemberian tunjangan kepada Pangeran Nata Di Raja dari Sillebar pada Tanggal 1 Juni 1820, yang berisi penaikan tunjangan sebesar 100 rupiah per bulan, sehingga naik menjadi 150 Rupiah per bulan. (28) Stukken over de Eigendom Bewijze van ’s Gouverments Specerij Perken te Benkoelen, 1825, afschrijft, 1 deel, nb. Bahasa Inggris dan Melayu (Arsip Nasional B: 5/7), yaitu: Surat Persumpahan Pangeran Nata Di Raja kepada Residen Belanda Verploegh pada bulan Juli tahun 1825, yang berisi pernyataan setia Pangeran Nata Di Raja kepada pemerintah Belanda. (29) Surat protes para kepala pribumi Bengkulu kepada Residen Belanda, Verploegh tertanggal 15 September 1826, (Arsip Nasional B: 56/4), yang berisi protes atas pemberangkatan kapal Inggris yang akan membawa istri-istri dan anak-anak pribumi Bengkulu ke luar pulau, karena bertentangan dengan hukum adat mereka. (30) Rekest van Radja Bangsawan (Arsip Nasional B: 5/7), berisi permohonan tunjangan untuk Pangeran Sillebar yang sejak tahun 1825 hingga tahun 1828 belum diberikan oleh pemerintah Belanda. (31) Surat Depattie Tjinta Mandie kepada Depattie Tandjong Erang Tertanggal 26 Juni 1835, (Arsip Nasional B: 7), yang berisi saran agar tidak bekerja-sama dengan pihak pemerintah Belanda. (32) Brieven aan den Ass. Resident Benkoelen P. de Perez, 1835, (Arsip Nasional B: 7), yang memuat laporan tentang terbunuhnya gezaghebber Seluma pada tanggal 28 Juni 1835. (33) Brieven aan en Ass Resident Benkoelen P. de Perez, 1835, disalin dari huruf Jawi Melayu (Arsip Nasional B:/7), yang berisi Laporan para Kepala Pribumi Selumah tentang Kejahatan Orang-Orang Pasyemah, yang terisi tentang kejahatan orang Pasyemah di wilayah Selumah yang telah merusak pasar dan membunuh Boss (Gezaghebber) di Selumah. (34) Aanteekeningen van N. Hewtson, Kontroleur van Manna, Betreffende het Landschap Pasemah Oeloe Mnna, d.d. 27 September 1850, yang memuat tentang keburukan orang-orang Pasemah baik pada zaman Inggris maupun pada zaman Belanda . (35) Oendang-Oendang Peratoeran Bimbang Radja-Radja dan Raden-Raden Jang Terpakei Dalem Residensi Benkoelen, yang berisi peraturan mengenai pelaksanaan bimbang (pesta) untuk golongan bangsawan dan golongan rakyat biasa. (36) Oendang-Oendang Adat Lembaga Melayoe Jang Dipakei Oleh Radja Dengan Penghoeloe Dalem Negri Bangkahoeloe Soedah Diserapatkan Dengan Henry Robert Lewis Eskuwir yang Djadi Madjesteriat Ketika Itoe, yang berisi pengaturan mengenai hukum adat pribumi Bengkulu yang ditulis dalam huruf Arab berbahasa Melayu. (37) Eenige Archiefstukken Betreffende de Vestiging van de Engelsche Factorij te Benkoelen in 1685, berisi surat menyurat antara pejabat Inggris di Bengkulu dengan para pejabat Inggris di Madras, Indrapura, maupun dengan wakil Sultan Banten di Sillebar. (38) Oude Brieven uit een Benkoeloesch Archief (1847-1874), antara lain memuat peraturan tentang larangan berpayung bagi para Kepala Pribumi yang tidak sesuai dengan jabatannya. (39) Iets Over het Ontstaan van Eenige Regent Schappen in de Adsistent Residentie Benkoelen, door J.A.W. van Ophuijsen, memuat tentang silsilah keturunan Pangeran Sungai Lemau, pangeran Sungai Itam, dan Pangeran Sillebar. (40) Request dd. 6 October 1824 van de madoereesche Radens Mira di Ningrat, Mahomed en Doel Karim aan Resident Prince, yang berisi permohonan para bangsawan Madura yang telah mengabdi kepada Inggris agar diberikan tunjangan pensiun sehubungan dengan serah terima wilayah Bengkulu kepada pihak Belanda, (41) Brief dd. 7 September 1824 van Resident Prince aan Goerge Swinton te Calcutta, yang melaporkan kegemparan di kalangan para kepala pribumi Bengkulu yang memprotes terhadap kebijaksanaan Inggris yang akan menyerahkan wilayah Bengkulu kepada pihak Belanda. (44) Brief dd. 7 September 1826 van Price aan den Gouvernements Secretaris Lushington, yang berisi laporan Prince kepada Lushington tentang ketidakpuasan penduduk yang berkebangsaan Inggris yang ingin segera pergi meninggalkan Bengkulu setelah dapat menjual semua harta benda miliknya. (45) Particulier Schrijven dd. 22 September 1826 va Prince aan den heer Lushington, yanng melaporkan tentang kelicikan Verloegh yang menolak memberikan izin keberangkatan kapal Louisa yang akan mengangkut orang-orang Inggris dan para pelayannya. (46) Lijst van te Benkoelen Aanwezige Engelsche Grafschriften Opgemaakt Door W, Bakker, berisi tentang daftar orang-orang Inggris yang meninggal di Bengkulu yang ditulis pada batu nisan. (47) Kort Overzigt van de Inrigting des Binnenlandschen Bestuurs, en van de Wetten, Gewoonten en Instellingen in de Afdeeling Ommelanden van Benkoelen, yang memuat tentang adat kebiasaan dan lembaga di Lais. (49) Kort Overzigt van de Inrigting des Binnenlandschen Bestuurs, en van de Wetten, Gewoonten en Instellingen in de Afdeeling Kroe, berisi tentang bentuk pemerintahan pribumi, adat lembaga dan hukum yang berlaku di Krui. (50) Kort Overzigt Betreffende de Wetten en Instellingen, Benevens de Inrigting van het Inlandsch Bestuur in de Afdeeling Seloema, yaitu tinjauan singkat mengenai hukum adat dan bentuk pemerintahan pribumi di wilayah Seluma. (51) Kompendium Over de Afdeeling Manna, memuat tentang bentuk pemerintahan pribumi serta lembaga adat di daerah Manna. (52) Nota van Toelichting nopens Instellingen Onder de Bevolking van de Afdeeling Kauer, yaitu penjelasan tentang bentuk pemerintahan pribumi dan hukum adat lembaga yang berlaku bagi penduduk afdeeling Kaur. (53) Een Woord Over Sumatra in Brieven Verzameld, yang berisi surat menyurat antara pejabat Pemerintah Belanda, yang antara lain menceritakan tentang kehidupan tradisional para kepala dan penduduk pribumi Bengkulu. (54) De Familie Daing Mabella, volgens een Maleisch Handschrift, memuat petualangan anak keturunan Daeng Mabella ke Bengkulu pada zaman Inggris hingga akhir hayatnya. (55) Bahoewa Inilah Asal-Oesoel, merupakan tulisan para raja-raja Sungai Lemau hingga Pangeran Muhammad Syah, yang berisi berbagai kegiatan pemerintahan adat pribumi Bengkulu yang disusun menjadi 44 patsal.

Di samping itu, masih ada beberapa karya yang dapat di kategorikan sebagai sumber primer. Karya-karya itu antara lain, meliputi : (1) Benkoelen in 1833, adalah karya Francis, Asisten Residen Bengkulu periode 1828-1831, dan kemudian menjabat lagi tahun 1833, menggantikan Asistent Resident Knoerle yang tewas terbunuh. Karya yang diterbitkan pada tahun 1842 ini, memuat laporan-laporan mengenai kehidupan tradisional para kepala pribumi Bengkulu, serta keadaan masyarakat Bengkulu pada saat itu. (2) Herinneringen uit den Levensloop van een Indisch; Ambtenaar van 1815 tot 1851, juga merupakan karya Francis yang diterbitkan pada tahun 1856. (3) Memoir of the Life and Public Service of Sir Thomas Stamford Raffles, merupakan karya Sophia, istri Raffles yang diterbitkan pada tahun 1828, dan selanjutnya diedit pada tahun 1830 dan tahun 1835. Karya yang terbagi dalam dua jilid ini berisi surat-menyurat, serta laporan perjalanan Raffles di beberapa wilayah, termasuk wilayah pedalaman Bengkulu, yang diagendakan oleh lady Raffles. (4) The History of Sumatra, karya Willian Marsden, yang pernah menjabat sebagai sekretaris pada pemerintah Inggris di Bengkulu tahun 1776. Karya besar ini banyak memuat laporan mengenai hukum adat penduduk pribumi Bengkulu, termasuk juga kehidupan para kepala pribumi Bengkulu pada abad XVIII. (5) Brieven Over Benkoelen, Padang, het rijk van Menangkabouw, Rhiouw, Singapoera, en Poelo Pinang, juga merupakan karya memoar yang ditulis oleh pelaku sejarah, yaitu Nahuijs yang pernah mengunjungi Bengkulu pada tahun 1823. Karya yang diterbitkan pada tahun 1828 ini juga memuat laporan mengenai keadaan umum masyarakat Bengkulu pada saat itu. (6) Moko -Moko, adalah karya Rutte yang diterbitkan pada tahun 1870. Karya ini memuat laporan tentang keadaan umum masyarakat di wilayah Muko-muko sektiar tahun 1858. (7) Benkoelen Zoo als het is, en de Benkoelezen zoo als zij zijn in 1843, merupakan karya faktual yang diterbitkan pada tahun yang sama (1843) yang ditulis oleh L. van der Vinne. Karya ini selain memuat laporan tentang lapisan masyarakat Bengkulu pada tahun 1843, juga menjelaskan karakter masyarakat Bengkulu termasuk gaya hidup para kepala pribuminya. (8) Verkiezing van een Toeankoe van Mokko-Mokko in 1822, adalah karya Wellan, seorang arsiparis khusus untuk wilayah Sumatra. Karya ini ditulis berdasarkan hasil laporan Jack ketika ke Muko-Muko pada tahun 1822.

0 comments:

Rejang Land Pal

Support by