weblogUpdates.ping Taneak Jang, Rejang Land, Tanah Rejang http://rejang-lebong.blogspot.com Taneak Jang, Rejang land, Tanah Rejang: Propil Singkat Komunitas Anggota AMA-Bengkulu

Propil Singkat Komunitas Anggota AMA-Bengkulu

·


No

Nama Komunitas

Disripsi Singkat Komunitas

Kuantitatif Wilayah

Keterangan lain

01

( Kab KPH )

1. Bermani Ilir

Komunitas Bermani ilir adalah salah satu komunitas adat yang ada di kabupaten kepahiang, merupakan pecahan dari komunitas adat Eks Marga Bermani Lebong. Bermani berasal dari kata Beram Manis (Tapai Manis), ketika Marga masih hidup pusat Pemerintahan Marga berada di Desa Keban Agung, namun Desa tertua yang dimiliki Komunitas ini adalah Desa Limbur lama dan Desa Cinta Mandi di kedua Desa ini dapat di temui berbagai peninggalan kebudayaan lama. Berada pada perbatasan antara Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Lahat Sumatera Selatan yang juga merupakan eks wilayah ekspansi Komunitas Jurukalang membuat dialeg dan beberapa kebiasaan pada Komunitas ini sedikit mengarah pada aturan Kesultanan Palembang. Tetapi secara umum komunitas ini mengenal adanya pembagian lahan berdasarkan kearifan adat dan aturan adat Rejang. Mereka menyebut areal pemukiman dengan sebutan Sadei, areal perkebunan dengan sebutan Dumi dan wilayah Hutan di sebut Himo, batas alam di sebut Stahei dan biasanya ditanami dengan batang Kapuk.

Komunitas Bermani Ilir memiliki 27 Desa Administratif, dan memiliki luas wilayah 31.321,64 Ha dengan jumlah kepadatan penduduk 30.041 jiwa. Taman Wisata Alam (TWA) seluas 2.336,00. Hutan Lindung (HL) seluas3.321,00. Hutan Tetap seluas 5.657,00 dan Areal Pekarangan Lain seluas 25.673,64.

Komunitas bermani Ilir mayoritas hidup dari hasil pertanian penghasilan utama mereka adalah kopi dan padi, dan banyak juga kehidupan mereka di tunjang oleh hasil yang lain seperti kolam ikan Mas, cabe, Jahe, bawang dan lain-lain.

02

( Kab Lebong )

1. Jurukalang

Komunitas adat Jurukalang (Joorcalang) merupakan salah satu komunitas adat Tertua yang ada di Kabupaten Lebong, Jurukalang berasal dari kata “Galang”, keterangan ini didapatkan di dalam memorial Van Over gave dan Over Name Resident Ross Van Raads Hoven (1866). Nama Jurukalang di kenal pada Zaman Biksu atau Bikau Bembo namun sebelumnya kesatuan masyarakatnya berada di bawah pimpinan Ajai Siang dengan sistem Pemerintahan Kutai. Secara umum komunitas ini mengenal adanya pembagian lahan berdasarkan kearifan adat (adat pegong pakei) yaitu areal pemukiman di sebut Sadei/kutai, areal perladangan di sebut Talang, wilayah hutan di sebut Imbo Piadan, batas-batas alam disebut Gais Pigai yang ditandai dengan tanaman lokal (Seluang Abang) atau sering juga di sebut Pacang balei-Balei. Dalam pengelolaan sumber daya alam kearifan adat yang sampai saat ini masih dipakai adalah Membuka Lahan Perkebunan (Mengeges, kedurai), membangun rumah (Temje Bubung), Menanam padi (Mundang Biniak), serta dalam sistim Pemerintahan disebut Begilia atau bergilir yang berdasarkan falsapah Bejejang Kenek Betanggo Tu’un. Komunitas Jurukalang Secara Geografis terletak di 3040’-3060 LS dan 100020’-104030 BT dan yang berada di Kecamatan Rimbo Pengadang dan Kecamatan Lebong Selatan.

Komunitas Adat ini terbentuk pada Abad Ke VI Oleh Biku Bembo.

Komunitas Juru Kalang Terdiri dari 10 Desa Administratif atau secara fisik Berbatasan dengan :

Sebelah Utara berbatasan dengan Propinsi Jambi,

sebelah Timur Berbatasan Dengan Propinsi Sumatra Selatan,

Sebelah Selatan dengan Kabupaten Rejang Lebong,

sebelah Barat dengan Kecamatan Lebong Selatan.

Komunitas Juru Kalang ini berada pada ketinggian 1.000-2.500 m dpl yang posisinya berada di lereng Pegunungan bukit Barisan Komunitas Juru Kalang terdapat TNKS yang ditetapkan Berdasarkan SK Mentri pertanian NO.736/Mentan/X/1982. Kemudian diperkuat oleh SK Mentri Kehutanan dan Perkebunan No 901/Kpts-II/1999.Masing-masing denhan luasan : Cagar Alam Danau Tes Register 57 seluas 2.882,35 Ha, HL Rimbo Pengadang seluas 6.754 Ha, DAS Ketahun Hulu seluas 166.412,41 Ha.

Komunitas Juru Kalang Mayoritas Hidup Dari Hasil Perkebunan Seperti Kopi,Sawah,Dan Lainnya. Namun Ada Juga Yang Menjadi Pegawai Negeri dan bekerja di luar daerah Juru Kalang.

03

2. Selupu Lebong

Selupu Lebong adalah salah satu komunitas yang ada di kabupaten Lebong atas yang juga merupakan ibu kota kabupaten Lebong berdasarkan UU no 39 tahun 2003 tentang pemekaran Kabupaten Lebong.Komunitas ini mengenal adanya aturan khas dalam mengatur sistem hubungan antar sesama maupun pilitikdan hukum. Mereka juga mengenal adanya pembagian lahan berdasarkan kearifan adat. Masyarakat selupu Lebong mengenal aturan ini dengan nama “Adat rian ca’o atau adat Pegong Pakei”yang ditetapkan berdasarkan azas pat sepakat lemo sempurno.Adanya sistem hukum dan kelembagaan adat dari rekaman sejarah dan hasil studi diberbagai wilayah Kutai Belek Tebo.Komunitas ini kebanyakan tinggal di rumah panggung dengan berdindingkan papan. Namun ada juga yang sudah mempunyai bangunan beton.

Luas wilayah keseluruhan komunitas Selupu Lebong adalah 8.888 Ha dengan jumlah Desa 14, Jumlah Penduduk 23.471 Jiwa dan Jarak dari Ibu kota 13 Km.

Dengan luas penggunaan lahan : sawah kira-kira 12 Ha, kebun kira-kira 630 Ha, repoh kira-kira 3 Ha. Sedangkan sisanya adalah hutan.

Komunitas Selupu Lebong Mayoritas Hidup Dari Hasil Perkebunan Seperti Kopi,padi, nilam, Dan Lainnya. Namun Ada Juga Yang Menjadi Pegawai Negeri dan bekerja di luar daerah Selupu Lebong.

04

3. Marga Suku VIII

Marga suku VIII juga merupakan komunitas AMA Bengkulu yang juga berada di Kabupaten Lebong, yang juga berdiri berdasarkan UU no 39 tahun 2003.



05

4. Marga Suku X

Komunitas Marga Suku X merupakan komunitas anggota AMA Bengkulu yang juga berada di Kabupaten Lebong.



06

5. Bermani




07

( Kab R / L )

1. Komunitas Lembak Beliti

Komunitas adat Lembak adalah salah satu komunitas adat yang ada di tiga Kecamatan diwilayah Kabupaten Rejang Lebong, terletak di:

Sebelah Barat :Berbatasan dengan Kecamatan Selupu Rejang

Sebelah Utara : Berbatasan denga Hutan Lindung

Sebelah Timur :berbatasan dengan Sumatera Selatan

Sebelah Selatan :Kabupaten Lebong

Bahasa sehari-hari yang digunakan adalah bahasa Lembak, komunitas ini juga kebanyakan tinggal di rumah yang di sebut rumah panggung yang berdinding papan bahkan pelupuh (bamboo) namun banyak juga yang sudah menempati rumah yang berlantai keramik/semen.

Komunitas Lembak Beliti adalah komunitas yang berada di tiga kecamatan di Wilayah kab. Rejang Lebong yakni Kecamatan PUT, Kota Padang, dan Sindang Kelingi dan luas wilayah 96.130.46 Ha, TWA = 2.624.00 Ha di Wilayah Kecamatan Sindang Kelingi, TN = 9.919,00 Ha dengan rincian (PUT = 7.650,00 dan Sindang Kelingi= 2.266,00 Ha, Hutan Lindung (HL) = 16.033,00 Ha dengan rincian (PUT = 4,431,00 Ha, Kota Padang = 11.181,00 Ha, dan Sindang Kelingi = 521,00 Ha).

Terdiri dari 62 desa


08

2. Sindang kelingi

Komunitas sindang Kelingi adalah komunitas yang berada di 3 kecamatan di wilayah Kab Rejang Lebong yakni Kec PUT.dan terletak di:

Sebelah Barat :Berbatasan dengan Kecamatan Selupu Rejang

Sebelah Utara : Berbatasan denga Hutan Lindung

Sebelah Timur :berbatasan dengan Sumatera Selatan

Sebelah Selatan :Kabupaten Lebong

Luas wilayah keseluruhan Kec sindang Kelingi komunitas sindang Kelingi adalah 19.740 Ha dengan jumlah Desa 16, Jumlah Penduduk 18.002 Jiwa dan Jarak dari Ibu kota 20 Km


09

3. Bermani Ulu

Komunitas Bermani Ulu adalah salah satu komunitas yang berada di wilayah kabupaten Rejang Lebong, terletak disebelah barat kab, Rejang Lebong

Luas wilayah keseluruhan komunitas Bermani Ulu adalah 17.457 Ha dengan jumlah Desa 20, Jumlah Penduduk 26.298 Jiwa dan Jarak dari Ibu kota 20 Km


10

(Kab Mukomuko

1. Melayu Lubuk Pinang

Kab mukomuko terbentu berdasarkan UU No 3 tahun 2003 Komunitas melayu Lubuk Pinang adalah komunitas anggota AMA bengkulu yang berada di Kabupaten Mukomuko kecamatan Lubuk Pinang. Kabupaten Mukomuko mempunyai batas wilayah Sebagai Berikut :

Sebelah Utara dengan : Kab Pesisir selatan propinsi Sumbar Kab Kerinci Propinsi Jambi

Sebelah Timur Dengan : Kab kerinci

Sebelah Selatan dengan : Kec Putri Hijau Kab BU

Sebelah Barat dengan : Samudra Hindia.

Kabupaten Mukomuko terbagi menjadi 5 kecamatan antara lain : Kec Lubuk Pinang, Kec Teras Terunjam, Kec Pondok Suguh, Kec mukomuko Selatan dan Kec Mukomuko Utara.


11

2. Pekal Ipuh

Muko-muko



12

3. Minang Lubuk Pinang




13

( Kab BU )

1. Rejang Juru kalang Marga Lais

Kab BU merupakan salah satu kabupaten dalam propinsi BKL yang terletak pada 101 0 032 dan 102 0 008 BT serta 201 0 5 dan 4 0 LS. Luas wilayah kabupaten BU 9.585,24 Km2 atau . 958.524 ha, Kabupaten BU terbentuk berdasarkan UU No 4 Drt tahun 1956 yang terdiri dari 9 kecamatan 24 Marga dan 396 Desa., dengan batas-batas sebagai berikut :

Sebelah utara : dengan propinsi sumatra barat

Sebelah selatan : dengan kabupaten bengkulu selatan dan kota bengkulu

Sebelah timur : dengan propinsi jambi dan kab RL

Sebelah Barat : dengan Samudra Indonesia.

Komunitas Juru Kalang Marga Lais adalah komunitas Anggota Ama Bengkulu Yang berada di Wilayah Adat Bengkulu Utara. Salah satu desa yang menjadi komunitas rejang juru kalang lais adalah desa taba baru dan desa Kalbang. Komunitas ini menggunakan bahasa sehari-hari adalah bahasa Rejang.

Luas penggunaan lahan di Kabupaten BU : Perkampungan 12.396 Ha, perkebunan 355.956 ha, persawahan 42.827 ha, Tegalan 22.487 ha, Hutan 437.884 ha, lain-lain 86.524 ha. Dengan jumlah penduduk 486.447 jiwa. Jumlah Luas Keseluruhan Kecamatan Bengkulu Utara adalah 9.585.24 km2 atau 958.524 Ha. dalam luasan tersebut terdapat luas komunitas yang dinamakan Komunitas Rejang Juru Kalang Lais. Dengan Luas Wilayah Berjumlah 32,75 Ha dan Kepadatan Penduduk berjumlah sekitar 1.842 Jiwa.

Komunitas ini mempunyai penghasilan terbesar adalah petani.

14

2. Enggano

Komunitas Enggano juga salah satu anggota komunitas AMA bengkulu Yang berada di Propinsi Bengkulu secara Geografis Terletak pada posisi 102,050 – 102,250 BT dan 5,170 – 5,310 LS yang termasuk dalam kecamatan Bengkulu Utara. Yang terdiri dari 6 desa berada pada posisi berombak dan dan daratan. (45%) dan berombak hingga berbukit (35%) Berbukit hingga bergunung (20%) berada pada ketinggian antara 5-102 M dari pemukiman laut. Komunitas enggano hidup berdasarka hubungan kekeluargaan berdasarkan garis keturunan yang di sebut suku. Pulau enggano merupakan pulau kecil di pantai barat sumatra yang mempunyai panjang sekitar 45 km dan lebar 17 km (Dephut). Berdasarkan surat kep no 420/kpts.II/1999 tentang penunjukan kawasan hutan di propinsi BKL, pulau enggano telah di bagi dalam beberapa pungsi kawasan yaitu hutan konservasi yang terdiri dari hutan lindung dan cagar alam seluas 1.810,57 ha dan hutan, hutan produksi seluas 2.191,78 ha.

Pulau Enggano mempunyai luas wilayah kurang lebih 40.000 Ha komunitas ini terdiri dari 6 Desa Administratif, dengan pusat pemerintahan di Desa Apoho.dari luasan yang ada 3.724,75 ha merupakan hutan desa, 24.184 hutan ulayat, hutan nibung 719 ha, hutan waru 465,25 ha, rawa 1.967,75 ha, sawah 301,75 ha, perkebunan 2.614,50 ha, perkampungan 123,25 ha, hutan bakau 1.710,50 ha, hutan keramat 394,74 ha. Enggano hanya berpenduduk 1.927 jiwa yang terbagi kedalam 6 suku dan 6 desa kepadatan sekitar 4,8 jiwa per km2 ( BU dalam Angka).dengan pembagian sebagai berikut :ds banjar sari 12.610 Ha, 450 Jiwa, 115 KK, Laki-laki 240, Wanita 201

Ds Meok 17.000 Ha, 467 Jiwa, 135 KK, laki-laki 219, wanita 248. ds apoho 300 Ha, 261 Jiwa, 61 KK, Laki-laki 147, wanita 114. Ds Malakoni 15.000 Ha, 319 jiwa, 76 KK, Laki-laki 162,wanita 157. ds Kaana 5.900 Ha, 424 Jiwa, 104 KK, laki-laki 215,wanita 209. Ds Kahyapu 8.563 Ha, 424 Jiwa, 104 KK,Laki-laki 215,wanita 209.

Jumlah keseluruhan 59.363 Ha,2.346 Jiwa, 604 KK,laki-laki 1.227, Wanita 1.119

Dari luasan pulau enggano 40.060 Ha tersedia lahan untuk kehutanan Seluas 14.377 Ha dan APL seluas 25.682 Ha.

Mayoritas komunitas enggano hidup dari hasi nelayan sebanyak 5,88 % namun ada juga yang hidup sebagai pedagang dan PNS

15

(Kota BKL)

1. Lembak Delapan




16

2. Lembak Bulang




17

(Kab BS )

1. Serawai seluma

Komunitas Serawai Seluma adalah komunitas Anggota Ama Bengkulu Yang berada di Wilayah Adat Bengkulu selatan yang terdiri dari 5 kecamatan di Komunitas ini menggunakan bahasa sehari-hari yang di sebut serawai, Komunitas ini juga berada pada dataran rendah berair karena lingkungan komunitas ini berada di pinggir pantai.

Jumlah Luas Keseluruhan Kecamatan Bengkulu selatan adalah : 118.570 Ha dengan jumlah penduduk 126.479 Jiwa.

Mayoritas komunitas ini hidup dari hasil nelayan namun banyak juga komunitas ini yang hidup sebagai pedagang dan petani dan pns

18

( KAB Kaur)

1. Semende Nasal

Komunitas Semende Nasal Adalah Salah satu komunitas Anggota AMA Bengkulu Yang berada di Kabupaten Kaur

Secara geografis berbatasan dengan :

Sebelah Utara Berbatasan dengan Propinsi Jambi

Sebelah Selatan Berbatasan dengan Propinsi Sumatra Selatan

Kab Kaur yang terdiri dari 7 Kecamatan dengan pusat kabupaten berada di bintuhan, Kab Kaur dengan Luas wilayah 2.369.05 km2. jarak tempuh komunitas ini untuk sampai kepasar sekitar 14 Kilo meter untuk menuju kepasar Ratu Agung dan 18 kilo meter untuk kepasar merpas.

Komunitas ini mayoritas hidup dari hasil perkebunan seperti Nilam, Karet dan lainnya sebagai sampingan mereka. Namun banyak juga masyarakat komunitas ini yang merantau ke luar daerah seperti kota-kota besar yang ada di Indonesia.

19

2. Kaur Nasal






Sumber :
  • http://rahabillah.wordpress.com

0 comments:

Rejang Land Pal

Support by