weblogUpdates.ping Taneak Jang, Rejang Land, Tanah Rejang http://rejang-lebong.blogspot.com Taneak Jang, Rejang land, Tanah Rejang: Zainul Arifin Rajo Chalifah Putra dari Rakidan gelar Rajo Chalifa (Z.A.R. Chalifah) (Silsilah Tubei Suku VIII)

Zainul Arifin Rajo Chalifah Putra dari Rakidan gelar Rajo Chalifa (Z.A.R. Chalifah) (Silsilah Tubei Suku VIII)

·

Posted by Dodi Oktavianto

Penyusun (aku)(Asal muasal suku Jang, yg di posting Dodi Oktavianto- admin) adalah putera ke-9 dari 11 saudara dari ibu Waliana dan ayah Rakidan gelar Rajo Chalifah, atau putera ke-9 dari 14 saudara dari tiga ibu, yaitu : Ibu Waliana, Ibu Serinda dan Ibu Jima. (Lihat Riwayat/Silsilah Tubei Suku VIII)



Dan sepanjang hayatku, sudah cukup banyak suka dan duka aku lalui, yang datang dan pergi silih berganti, dan dari perjalanan hidup inilah aku coba untuk menyusun riwayat hidupku, agar anak-cucu-ku kelak bisa mengenal dan mengingatku.

1. Masa balita dan anak-anak

  • 1. Aku dilahirkan di Dusun Talang Leak Marga Suku VIII, Kecamatan Lebong Selatan,
  • Kabupaten Rejang Lebong, pada tanggal 24 April 1910, dengan nama Zainul Arifin alias
  • Inul.
  • 2. Tahun 1914, Ayah meninggal dunia, maka tinggallah kami bersama Ibu dan adik Sadidah
  • di Dusun Talang Leak.
  • 3. Tahun 1917, masuk Sekolah Rakyat di Talang Leak, dan pindah bersama ibu ke Dusun
  • tumpah darah Ibu di Pungguk Pedaro.

2. Masa remaja

Tahun 1921, tamat Sekolah Rakyat di Talang Leak, dan melanjutkan kesekola Gubernemen di Ujung Tanjung.

Tahun 1923, tamat sekolah Gubernemen.

Tahun 1924, disaat sedang menjadi Juru Tulis Marga Suku VIII, nama berubah menjadi

Zarchalifah, dan kemudian lebih populer dipanggil dengan gelar Rajo.

3. Masa dewasa dan berumah tangga

3. Masa dewasa dan berumah tangga

a. Pernikahan pertama :

Tahun 1924, tepat berusia 14 tahun, menikah dengan Cik Ani dan mendapat 5 orang anak, yaitu :

  • 1. Rahina;
  • 2. Rustam Effendy;
  • 3. Nadirsyah Effendy;
  • 4. Dachrumsyah Effendy dan
  • 5. Rasdiana.

Tanggal 27 Januari 1938, Isteri tercinta (Cik Ani) meninggal dunia.

Tanggal 20 Juni 1944, putera tercinta (Rustam Effendy) meninggal dunia/meninggal bujang.

Tanggal 28 Agustus 1946, Allah kembali memberikan cobaan kepadaku, Puteri tercinta (Rasdiana) dipanggil-Nya pula.

Allah telah mengambil 3 orang yang aku cintai, dan memberikan 3 orang pula untukku,

dengan ketiga anakku ini, aku hidup menduda dengan segenap suka dan duka.

b. Pernikahan kedua :

Sudah lebih kurang 3 tahun aku hidup menduda, dan selama itu pula adik iparku (Ummi Kalzum) membantu aku mengurus anak-anakku dan rumah tangga, ia aku anggap sebagai adik kandung-ku sendiri.

Selama itu pula, tidak ada terbersit niat dalam diriku untuk menikah kembali, trauma rumah tangga-ku bersama Cik Ani sangat mengganggu diriku.

Namun lain halnya dengan mertua dan kakak-ku (Pangeran Saharuddin), mereka selalu mendesak-ku agar aku berumah tangga/menikah kembali, dan pilihan mereka adalah adik ipar-ku yang telah aku anggap sebagai adik-ku sendiri, dan tentu hal ini aku tolak.

Tapi ternyata penolakan-ku itu tidak membuat mertua dan kakak-ku putus asa, hingga akhirnya kakak-ku memarahi-ku dan mengeluarkan kata-kata “Adik-ku, bila yang aku berikan ini adalah racun yang berbisa, dan kamu mati karenanya, hal itu sudah sepantasnyalah; dan bila engkau hidup, maka sudah sepantasnyalah itu merupakan obat yang mujarab untuk kehidupan-mu yang akan datang”.

Mendengar kata-kata yang sedemikian, aku tidak membantah, memang jiwaku demikian.

Tahun 1941, menikahlah aku dengan Ummi Kalzum, dari pernikahan kedua ini, kami mendapat 2 orang anak yaitu : 1. Zuwaima Dori; 2. Baheramsyah.

Tahun 1947, anak-ku Baheramsyah meninggal/meninggal kanak-kanan, dan pada tahun ini pula aku bercerai dengan isteriku Ummi Kalzum.

c. Pernikahan ketiga :

Pada tanggal 24 Januari 1945, aku menikah yang ketiga kalinya, dengan seorang gadis Dusun Karang Dapo, yaitu dengan Anima Binti Regino. Dan dari pernikahan ini kami dikaruniai 3 orang anak, yaitu : 1. Jusnani; 2. Syariful Elmy; dan 3. M. Yatim.

Tanggal 20 Mei 1946, anak-ku Jusnani meninggal dunia.

Tanggal 10 Maret 1949, Isteri-ku (Anima) meninggal dunia.

Tanggal 29 Juni 1949, Allah kembali memanggil anak-ku (M. Yatim).

Lebih kurang 2 tahun aku menduda kembali, dan hidup di Karang Dapo bersama anak-ku Syariful Elmy, setelah itu aku kembali ke Talang Leak.

d. Pernikahan keempat :

Setelah tiga kali menikah dan mendapatkan 11 orang anak dari ketiga isteriku (5 yang hidup, 6 meninggal), tinggallah aku bersama anak balita-ku Syariful Elmy di Talang Leak, iba hatiku melihat anakku yang masih kecil yang tidak beribu ini hidup sendiri, sementara aku setiap harinya bekerja sebagai Juru Usaha di Marga Suku VIII, maka terniat dihatiku untuk mencari ibu pengasuh bagi anakku.

Mengingat aku sudah memiliki 11 orang anak, dan trauma akan meninggal kembali anak-anakku nanti, maka aku ingin mempunyai isteri yang mandul dan penuh kasih sayang kepada-ku khususnya kepada anak-anakku.

Ternyata jodoh masih berpihak kepada-ku, dan aku berkenalan dengan seorang janda (janda cerai karena tidak mempunyai keturunan/mandul) yaitu Hasunah Binti Baiman dari Dusun Semelako, ianya sangat sayang kepada anakku Syariful Elmy, maka tepatlah kiranya pilihanku ini.

Tanggal 15 Oktober 1950, menikahlah aku untuk yang keempat kalinya dengan Hasunah Binti Baiman ini, dan dari pernikahan ini ternyata Allah berkehendak lain, isteriku ternyata tidaklah seorang perempuan yang mandul, karena Allah mengaruniai kepada kami 6 orang anak, yaitu :

  • 1. Tanggal 15 Juli 1951, lahirlah anakku Cindar Arifin;
  • 2. Tanggal 27 Maret 1954, lahirlah anakku Helmiyati;
  • 3. Tanggal 16 Juli 1956, lahirlah anakku Hasnani;
  • 4. Tanggal 27 Oktober 1959, lahirlah anakku Hasnawati;
  • 5. Tanggal 15 Oktober 1961, lahirlah anakku Makmoen Koesbary; dan
  • 6. Tanggal 11 Juli 1964, lahirlah anakku Baheramsyah;

Allah Maha Besar, semoga anak-anak dan cucu-ku kelak, menjadi anak-anak yang soleh/

solehah. Amin yaa raabbil ‘alamin.

4. Bidang Agama :

Agama yang aku anut adalah Islam berpegang kepada faham Ahlussunnah Waljama’ah, Bermazhab Imam Safi’ie r.a.

5. Bidang Politik :

Semenjak tahun 1932 aku aktif dalam kegiatan Politik dalam PI. Perti, hingga menjabat sebagai sekretaris PI. Perti Kecamatan Lebong Selatan; Pemimpin PI. Perti Kewedanaan Lebong; Ketua PI. Perti Cabang Lebong Selatan; Ketua PI. Perti Kabupaten Rejang Lebong di Curup; menghadiri rapat Alim Ulama PI. Perti di Bandung; mengikuti Konferensi PI. Perti di Bukit Tinggi; dan Utusan Kongres PI. Perti di Padang.

6. Riwayat Pendidikan, Pekerjaan dan Jabatan :

1. Tahun 1921, tamat pendidikan di Sekolah Rakyat di Talang Leak;

2. Tahun 1923, tamat pendidikan di Sekolah Gubernemen di Ujung Tanjung;

3. Tahun 1924 -- 1926, magang di Marga Suku VIII;

4. Tahun 1927 -- 1952, sebagai Juru Usaha di Marga Suku VIII;

5. Tahun 1946 -- 1949, sebagai Menteri Bakti;

6. Tahun 1946, sebagai Anggota DPR Marga Suku VIII;

7. Tahun 1950, sebagai Anggota K.P.S Lebong Selatan;

8. Tahun 1953, sebagai Anggota Pemelihan Marga Suku VIII, Anggota Pendidikan

Masyarakat, Menteri Kehutanan, dan Ketua PPP;

9. Tahun 1954, sebagai Pegawai/Panitera Pengadilan Asli Rejang Lebong;

10.Tahun 1955, sebagai Juru Tulis Kepala Pengadilan Asli Rejang Lebong, Inpas Tata Usaha

TK. I Rejang Lebong, Anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong;

11.Tahun 1956, sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rejang Lebong;

12.Tahun 1957, sebagai Juru Tata Usaha TK. I Pengadilan Negeri Curup;

13.Tahun 1958, sebagai Juru Tata Usaha TK. I, Perakit Tata Usaha, dan Panitera Pengadilan

Negeri Bengkulu;

14.Tahun 1959, sebagai Panitera Ekonomi Pengadilan Negeri Bengkulu;

15.Tahun 1960, sebagai Kepala Bagian Desentralisasi Kabupaten Rejang Lebong;

16.Tahun 1962, sebagai Perakit Tata Usaha TK. I Kabupaten Rejang Lebong;

17.Tahun 1965, sebagai Perakit Tata Praja Kepala Kabupaten Rejang Lebong;

18.Tahun 1966, atas permintaan sendiri dan diberhentikan dengan hormat dengan

mendapatkan hak pensiun.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Penyusun,


“Penyusun pada hari Minggu, tanggal 6 Januari tahun 1980, pukul

16.10 WIB, berpulang ke-Rahmatullah, dan dikebumikan pada hari

Senin, tanggal 7 Januari tahun 1980, pukul
11 siang, di TPU Dwitunggal Ujung Curup”.


0 comments:

Rejang Land Pal

Support by