weblogUpdates.ping Taneak Jang, Rejang Land, Tanah Rejang http://rejang-lebong.blogspot.com Taneak Jang, Rejang land, Tanah Rejang: Folk tale : Si Kancil dan Si Siput (Cerita Rakyat Bengkulu)

Folk tale : Si Kancil dan Si Siput (Cerita Rakyat Bengkulu)

·

Si Kancil dan Si Siput

Pagi itu udara amat cerah. Di pinggir sungai tampak beberapa ekor siput. Mula-mula sedikit jumlahnya tetapi lambat laun semakin banyak. Menjelang puncak pasang surut, jumlahnya sudah mencapai ribuan. Ada yg besar, ada pula yg kecil. Tentunya yg paling besar adalah Raja Siput.

Suatu ketika sang raja mengumpulkan seluruh rakyatnya. Kemudian sang raja siput berujar,”Saudara-saudara rakyatku, hari ini aku meminta kalian bersiap dan berjaga-jaga karena sebentar lagi seekor makhluk bernama Kancil akan melewati daerah perkampungan kita ini dan aku minta kalian untuk memperhatikannya”.




Salah seekor siput bertanya,”Apakah kelebihan binatang itu sehingga kita perlu berjaga-jaga dan memperhatikannya?”. Sang raja menyahut, ”Begini saudara-saudara, kancil itu binatang yg cerdik. Beberapa ekor binatang hutan telah berhasil ia tipu. Sekarang dengan akal bulusnya, ia ingin menjadi raja diantara segala binatang yg ada di dunia ini. Oleh karena itu kita akan memberikan ’pelajaran’ padanya”. Selanjutnya raja siput memerintahkan rakyatnya untuk bersembunyi di dalam lumpur.

Tiba-tiba dari kejauhan terdengar bunyi makhluk aneh. Rupanya memang benar, seekor makhluk kecil bertubuh ramping dan bertelinga panjang melompat dari pinggir sungai ke daratan. Rupanya dia baru saja melepaskan dahaga. Sambil membawa sekuntum bunga, dia berjalan menuju perkampungan siput. Jalannya gagah, bagai panglima pulang dari menang perang.

”Hai, apa kerjamu disini? Apakah engkau tidak mengetahui bahwa yg berjalan di hadapanmu ini adalah raja yg paling cerdik di dunia. Yg lebih dikenal dengan sebutan Kancil yg cerdik”. Siput-siput di pinggir sungai itu berdiam diri. Mereka memperhatikan sikap pongah dan takabur dari sang kancil. Tak lama kemudian dia berujar lagi,”Semua jenis binatang di dunia ini sudah mengaku dan menghormati aku sebagai binatang yg paling cerdik. Oleh karena itu, sewajarnya kalau kalian mengakui dan menghormati aku”.

Akhirnya, raja siput berujar,”Hai kancil, sekarang kami ingin bukti bahwa engkau benar-benar binatang yg cerdik”. ”Mau apa kau?”, tantang si kancil. ”Aku ingin berlomba. Siapa diantara kita yg paling cepat lari dari sini hingga ke hulu sungai”, kata raja siput. ”Ah, bukan ukuranmu yg bisa melawan aku. Engkau binatang kecil, jalanmu pun sangat lambat apalagi di sungi berlumpur. Mana mungkin engkau mampu mengalahkan aku?”, sahut kancil dengan sombong. ”Mungkin saja. Kenapa tidak?, jawab raja siput. ”Kalau begitu kehendakmu, baiklah. Bersiap-siaplah engkau besok pagi”, kata kancil sambil melompat ke dalam hutan.


Pagi-pagi benar pada hari berikutnya, raja siput sudah mengumpulkan seluruh rakyatnya. Ia kemudian meminta seluruh rakyatnya untuk membuat barisan memanjang sepanjang sungai. Kemudian raja siput berkata, ”Si kancil berlari di daratan sedangkan kita berbaris di sungai. Apabila si kancil mulai berlari dan memanggil kita, yg berada di depannya harus menjawab Uuuuuu. Bagaimana, setuju?”. ”Setujuuuu”, jawab siput-siput yg lain. Setelah itu beranjaklah mereka masuk ke sungai mematuhi perintah sang raja.

Tepat pada waktunya datanglah si kancil. Dia menuntut agar perlombaan segera dimulai. Raja siput yg sudah lama bersiap segera beringsut ke pinggir sungai. ”Satu, dua, tiga...!”, si kancil memberi komando tanda perlombaan di mulai. Dengan sigap dia melompat, berlari sekencang-kencangnya. Setiap lima puluh langkah dia berseru, ”Dimana engkau siput?”. ”Uuuuuu, uuuu...!”, jawab siput yg berada di depannya. Si kancil semakin mempercepat larinya. Lalu terdengar lagi si kancil berseru, ”Dimana engkau siput?”. ”Uuuuu, uuuu...!”, kembali terdengar jawaban siput yg berada di depannya.



Si kancil menjadi marah dan memperkuat larinya. Setiap kali ia berseru, selalu dijawab oleh siput yg berada di depannya. Demikian seterusnya. Si kancil tidak dapat mengalahkan siput dalam perlombaan lari itu. Dia tidak dapat menerka taktik yg dipakai oleh raja siput dan rakyatnya. Akhirnya dia merasa kelelahan. Sambil menggerutu dengan nafas terengah-engah, sang kancil pun berkata, ”Hai siput, mulai hari ini aku menyatakan bahwa engkaulah binatang paling cerdik dan dapat mengalahkan aku. Selamat tinggal”. Setelah itu kancil pun melompat dan menghilang dari perkampungan siput.

Pesan Moral :
Janganlah suka menyombongkan diri dan menyepelekan orang lain, walaupun kita memang cerdas dan pandai.



http://artiart.multiply.com/photos/album/15/Si_Kancil_dan_Si_Siput_Cerita_Rakyat_Bengkulu
http://www.e-smartschool.com/CRA/002/CRA0020005.asp

0 comments:

Rejang Land Pal

Support by