weblogUpdates.ping Taneak Jang, Rejang Land, Tanah Rejang http://rejang-lebong.blogspot.com Taneak Jang, Rejang land, Tanah Rejang: Kelinci Sumatra yang Eksotis

Kelinci Sumatra yang Eksotis

·

Siapa tak kenal kelinci, hewan kecil yang menggemaskan? Kenalkah kamu dengan kelinci asli Indonesia, yaitu Kelinci Sumatra?
Kelinci Sumatra (
Sumatran rabbit, Nesolagus netscheri) hanya terdapat pada hutan di gunung-gunung di Sumatra,diantaranya Gunung Barisan, Gunung Kerinci, dan Gunung Leuser. Tidak terlalu banyak informasi tentang spesies ini. Mereka termasuk hewan yang sangat ‘pemalu’, sering bersembunyi, ditambah banyak predator yang mengancam kelangsungan hidupnya termasuk manusia. Bahkan, kelinci yang berstatus nyaris punah ini tidak memiliki nama daerah dari penduduk lokal karena jarang sekali muncul.

Ciri khusus Nesolagus netscheri adalah warna dasar coklat kekuningan dengan garis hitam merentang di sepanjang tubuh. Terdapat warna hitam di sekeliling matanya, sisi-sisi kepala dibelakang mata lalu kepangkal telinga. Selain itu telinga kelinci ini lebih kecil dari kelinci biasa dan memiliki ekor yang sangat pendek. Panjang tubuhnya sekitar 417 mm dengan berat sekitar 1,5 kg.

Habitat kelinci Sumatra yaitu hutan lembab di pegunungan pada ketinggian 850m- 2300 m. Bersifat nocturnal, serta memiliki kebiasaan bersembunyi di bawah pohon dan di lubang bawah tanah. Uniknya, lubang tersebut bukan hasil galian mereka sendiri tetapi lubang alami atau lubang bekas persembunyian hewan lain.

Makanan hewan ini adalah daun dan tangkai dari tanaman hutan. Pemangsa utama kelinci Sumatra yaitu kucing hutan, ular, hewan-hewan karnivora yang berukuran lebih besar, serta para pemburu liar.

Dulu marga dari kelinci Sumatra hanya terdapat satu jenis (monotypic), namun sejak beberapa tahun lalu di hutan Vietnam dan Laos ditemukan spesies yang menyerupai jenis ini yang merupakan anggota suku kelinci (Lagomorph). Spesies yang ditemukan di Vietnam tersebut adalah Nesolagus timinsi.

Kini kelinci unik bergaris ini berada dalam tahap menuju kepunahan seiring berkurangnya jumlah hutan alami, perburuan liar, serta masih kurang informasi tentang bagaimana cara mengkonservasinya. Sepantasnya kita dapat turut melindungi dan mencegah hewan ini hanya menjadi legenda di masa yang akan datang.

Referensi:

http://li.defined.net/
http://www.oneworldwildlife.org/sumatra.html

www.apus.ru
From :http://gilangkinasihan.blogspot.com/2007/10/kelinci-sumatra-yang-eksotis.html

0 comments:

Rejang Land Pal

Support by