weblogUpdates.ping Taneak Jang, Rejang Land, Tanah Rejang http://rejang-lebong.blogspot.com Taneak Jang, Rejang land, Tanah Rejang: Kukang (Nycticebus coucang)

Kukang (Nycticebus coucang)

·

Blog EntryNycticebus coucangMar 30, '08 5:43 AM
for everyone

Kukang (Nycticebus coucang)

Kukang atau dengan nama lainya malu-malu merupakan jenis primata yang lucu dan menggemaskan. Daya tarik kukang terletak pada ukuran matanya yang lebar dan tampak tidak proporsional dengan ukuran tubuhnya yang hanya sebesar kelinci kecil. Karena daya tarik yang dimilikinya, banyak masyarakat yang menjadikan hewan ini sebagai peliharaan.

Ahli taksonomi mengklasifikasikan kukang sebagai berikut :

Kingdom : Animalia

Phylum : Chordata

Sub Phylum : Vertebrata

Class : Mamalia

Ordo : Primata

Sub Ordo : Strepsirrhini

Famili : Lorisidae

Genus : Nycticebus

Spesies : Nyticebus coucang (Boddeart)

Ciri morfologi untuk mengenali kukang antara lain terdapat lingkaranseperti cincin berwarna gelap yang mengelilingi matanya dan hidungnya berwarna putih. Ibu jari dan jari kaki yang besar bersifat perpendicular dengan jari-jari yang lain. Betina memiliki 2 pasang mammae yang terdapat pada bagian pectoral dan bagian bawah thoracic, selain itu juga terdapat vulva yang tertutup sampai pada masa estruss. Primate kecil ini memiliki warna rambut beragam dari kelabu, keputihan, kecoklatan hingga kehitam-hitaman. Pada pnggungnya terdapat garis coklat melintang dari belakang hingga dahi lalu bercabang ke dasar telinga dan mata. Panjang tubuh sekitar 19 – 30 cm dengan berat tubuh kurang dari 2 kg.


Kukang tersebar di Asia Tenggara. Di Indonsia, hewan ini ditemukan di Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Kukang merupakan binatang nocturnal, arboreal. Si malu-malu ini hampir tidak pernah terlihat tidak berada di atas pepohonan. Primate kecil ini menyukai hutan primer dan sekunder, semak belukar dan rumpun-rumpun bambu.

Malu-malu merupakan omnivore yang memakan serangga, anak burung, telur burung serta buah-buahan dan beberapa bagian tanaman. Saat berburu kukang bergerak dengan pelan agar mangsa tidak merasa ketakutan. Selanjutnya dia akan menangkap mangsanya dengan sangat cepat. Genggaman dari kaki belakang hewan ini sangat kuat sehingga sering dia mencari mangsa dengan bergelantungan kebawah dan menangkap mangsanya menggunakan tanganya.

Kukang jantan hidup solitary dan memiliki wilayah teritorial yang ditandai dengan urinya untuk menghindari konflik dengan individu lainya. Jantan kukang juga memiliki wilayah jelajah yang dilengkapi dengan beberapa betina. Dalam wilayah jelajahnya, jantan kukang akan mengecek betina – betina yang ada dengan melihat urinya apakah betina dalam kondisi estrus.

Primate kecil ini memiliki beberapa cara untuk berkomunikasi. Komunikasi yang dilakukan meliputi komunikasi visual, taktil, vocal / suara dan kimia / penciuman. Mereka menggunakan bau urinya sebagai alat komunikasi untuk menandai daerah teritorinya. Contoh bentuk komunikasi visual dilakukan ketika mereka meminta kepeda individu lain untuk melakukan grooming. Individu yang meminta untuk grooming akan menyodorkan sebagian tubuhnya kepada lawanya. Contoh lain dari komunikasi visual dilakukan saat mereka bergelantungan dengan kaki di atas sebagai ajakan untuk bermain bersama. Contoh dari komunikasi taktil ketika mereka melakukan serangan kepada individu lain dan juga ketika melakukan grooming.

Kukang tidak memiliki batasan musim kawin. Mereka dapat kawin sepanjang tahun. Dalam 1 kali kelahiran betina kukang menghasilkan 1 anak kukang. Kematangan seksual (pubertas) rata-rata di usia 18 bulan sedangkan jantan pada usia 17 bulan. Saat estrus dan siap untuk kawin, organ genitalia betina akan terlihat bengkak dan berwarna merah muda. Betina yang siap dibuahi akan memberkan signal dengan menggelantungkan tubuhnya. Masa kehamilan kukang selama 184 sampai 197 hari dan rata-rata selama 191 hari. Interval antara satu kelahiran rata-rata 16,2 bulan.

Di Indonesia, kukang sudah dilindungi sejak tahun 1973 dengan keputusan menteri pertanian tanggal 14 Pebruari 1973 No.66/Kpts/Um/2/1973. Keputusan ini juga dipertegas dengan Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999. CITES memasukan kukang kedalam Apendiks I yang menandakan bahwa kukang merupakan satwa dalam kategori terancam punah.

Kukang memiliki peran penting terhadap ekosistem. Peran kukang adalah sebagai predator utamanya serangga sehingga kukang dapat berperan sebagai pengendali hayati bagi serangga – serangga phytophagus. Selain itu, perananya sebagai pemakan buah juga dapat membantu tanaman dalam pemencaran biji. Manfaat kukang dari segi ekonomi antara lain bulu-bulunya dapat dimanfaatkon oleh industri garment. Perawakan kukang yang lucu dan menggemaskan dapat menajdi penghibur manisia.

Rekomendasi:

Mengingat peranan penting dari kukang maka :

- Monitoring dan pengawasan terhadap jual-beli kukang terus diperluas baik oleh aparat kepolisian, LSM yang bergerak dalam bidang konservasi, juga masyarakat.

- Sosialisasi mengenai kondisi kukang terhadap msyarakat perlu dilakukan baik pemerintah, LSM, juga masyarakat.

- Pihak akademis hendaknya terus melakukan kajian den penelitian tentang kukang, dan diharapkan dapat membantu upaya dalam melakukan konservasi,

Referensi :

- http://www.theprimata.com/nycticebus_coucang.html

- http://animaldiversity.ummz.umich.edu/site/accounts/information/Nycticebus_coucang.html

- www.profauna.or.id

http://errya003.multiply.com/journal/item/1/Nycticebus_coucang










0 comments:

Rejang Land Pal

Support by